SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik bagi badan publik se-Kalimantan Timur, Rabu (15/04/2026).
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyebutkan bahwa perkembangan zaman telah mendorong perubahan signifikan pada masyarakat, baik dari segi pola pikir maupun tingkat partisipasi dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Masyarakat saat ini semakin kritis dan cerdas. Media sosial menjadi salah satu ruang di mana mereka aktif memberikan masukan sekaligus melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk tidak hanya bekerja dengan baik, tetapi juga mampu menunjukkan transparansi dalam setiap proses dan kebijakan yang diambil.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik kini bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan mendasar dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Tidak cukup hanya bekerja maksimal, tetapi masyarakat juga harus mengetahui dan merasakan hasil dari kinerja tersebut,” tegasnya.
Mahyunadi juga mengingatkan bahwa transparansi memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya penyimpangan. Ia menilai, peluang terjadinya praktik yang tidak sesuai kerap muncul akibat kurangnya keterbukaan.
“Dengan transparansi, semua proses dapat diawasi, dipahami, dan dipertanggungjawabkan. Ini menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan Monev ini, kualitas pelayanan informasi publik di seluruh badan publik di Kalimantan Timur dapat terus ditingkatkan. (IR)
