Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Kutai Timur»RSUD Kudungga Dorong Pelayanan Transparan Lewat Public Hearing
Kutai Timur

RSUD Kudungga Dorong Pelayanan Transparan Lewat Public Hearing

adminBy admin29 Agustus 20264 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA – Transparansi dan keterlibatan masyarakat menjadi perhatian RSUD Kudungga Kutai Timur dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Komitmen itu diwujudkan melalui Public Hearing yang mempertemukan manajemen rumah sakit dengan berbagai pemangku kepentingan secara daring, Jumat (28/8/2027).

Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kudungga menyampaikan Renstra Bisnis 2025-2029, Renja 2027, serta sejumlah standar pelayanan yang diterapkan pada unit-unit pelayanan utama.

Kegiatan melalui Zoom Meeting itu dihadiri Dewan Pengawas RSUD Kudungga, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, para camat, pimpinan puskesmas se-Kutai Timur, sejumlah klinik serta unsur pemerintahan desa dan masyarakat.

Turut mengikuti kegiatan, kepala desa di Kecamatan Sangatta Utara, ketua RT se-Kecamatan Sangatta Utara, jajaran pejabat manajerial RSUD Kudungga dan sejumlah paguyuban, di antaranya KKSS, IKJ, IKB NTT serta NKBKT.

Direktur RSUD Kudungga, dr. Muhammad Yusuf, M.Kes, mengatakan Public Hearing merupakan bagian dari upaya rumah sakit untuk membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui arah pembangunan dan pengembangan rumah sakit. Di sisi lain, pihak manajemen juga membutuhkan pandangan langsung dari masyarakat untuk mengetahui berbagai hal yang masih harus dibenahi.

“Kami ingin Renstra Bisnis 2025-2029 dan Renja 2027 ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh rencana tersebut bisa diterapkan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Muhammad Yusuf.

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan merupakan sistem yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Koordinasi antara rumah sakit dengan puskesmas, klinik, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat menjadi penting untuk mendorong pelayanan yang semakin baik.

Karena itu, RSUD Kudungga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, kritik maupun saran selama kegiatan berlangsung.

“Kami membutuhkan masukan dari semua pihak. Rumah sakit ini milik masyarakat, sehingga masyarakat juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan, harapan maupun hal-hal yang masih perlu kami perbaiki,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan, Muhammad Yusuf menyampaikan materi mengenai Renstra Bisnis 2025-2029 dan Renja 2027. Materi tersebut memuat arah kebijakan dan rencana kerja RSUD Kudungga dalam beberapa tahun mendatang, termasuk peningkatan mutu pelayanan dan penguatan tata kelola rumah sakit.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai standar pelayanan yang berlaku di beberapa unit.

Standar Pelayanan IGD disampaikan dr. Andi Fauziyar Octaviany, MARS. Kemudian Standar Pelayanan Rawat Inap dipaparkan Ns. Yunita Agus Indrawati, S.Tr.Kep.

Sementara Bd. Maria Goretti Pararak, S.ST., M.A.P, menyampaikan Standar Pelayanan Rawat Jalan. Adapun Dwi Astuti Noor Wijayanti, S.Kep., Ns., M.K.M., memaparkan Standar Pelayanan ICU dan PICU/NICU.

Muhammad Yusuf mengatakan keberadaan standar tersebut menjadi pedoman penting bagi seluruh jajaran dalam memberikan layanan kepada pasien.

“Standar pelayanan ini menjadi acuan bagi seluruh jajaran kami. Dengan adanya standar yang jelas, kami ingin memastikan pelayanan diberikan secara konsisten, aman dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” tegasnya.

Public Hearing berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan sejumlah pertanyaan dan tanggapan, khususnya terkait pelayanan rumah sakit, prosedur yang harus ditempuh pasien, standar pelayanan hingga upaya peningkatan kualitas layanan.

Muhammad Yusuf menilai respons tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kualitas layanan RSUD Kudungga sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan di Kutai Timur.

Ia menegaskan, setiap masukan yang disampaikan dalam forum akan menjadi bagian dari bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit.

“Kami terbuka terhadap kritik, saran dan masukan. Justru dari dialog seperti inilah kami bisa mengetahui apa yang dirasakan masyarakat secara langsung. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan ke depan,” tambahnya.

Ke depan, RSUD Kudungga berharap hubungan dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama.

“Harapan kami, ke depan komunikasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan sehingga RSUD Kudungga bisa terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.

Public Hearing tersebut menjadi salah satu langkah RSUD Kudungga dalam memastikan pelaksanaan Renstra Bisnis 2025-2029 dan Renja 2027 berjalan secara terarah, dengan standar pelayanan sebagai pedoman untuk menghadirkan layanan kesehatan yang aman, bermutu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ds)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

IKASANDI Jadi Langkah Kutim Petakan dan Perkuat Keamanan Siber Pemerintahan

28 Agustus 2026

Digitalisasi Jadi Jalan Perempuan Kutim Perkuat Kemandirian Ekonomi

11 Agustus 2026

Literasi Digital Jadi Pilar Terkuat, Kutai Timur Perkuat Posisi sebagai Daerah Berdaya Saing Digital

6 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • RSUD Kudungga Dorong Pelayanan Transparan Lewat Public Hearing
  • IKASANDI Jadi Langkah Kutim Petakan dan Perkuat Keamanan Siber Pemerintahan
  • Digitalisasi Jadi Jalan Perempuan Kutim Perkuat Kemandirian Ekonomi
  • Literasi Digital Jadi Pilar Terkuat, Kutai Timur Perkuat Posisi sebagai Daerah Berdaya Saing Digital
  • Diskan Kutim Bekali 100 Nelayan dengan Teknologi dan Manajemen Perikanan
  • DOB Sangsaka Digagas untuk Percepat Pelayanan Publik di Lima Kecamatan
  • Kadiskop UKM Kutim Marhadyn Sebut UMKM Harus Berani Berkembang Tanpa Bergantung pada Pinjol
  • Membangun Kepercayaan dari Koperasi Plasma, Kutim Siapkan Audit Menyeluruh
  • Wabup Mahyunadi Dorong Bidan Kutim Tingkatkan Kompetensi Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Di Balik Riak Air Kaltim Open Nusantara Cup 1, Aquatik Kutim Meniti Jalan Menuju Porprov
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.