Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Samarinda»RSUD IA Moeis Alternatif Terakhir Sebagai Rumah Sakit Covid-19
Samarinda

RSUD IA Moeis Alternatif Terakhir Sebagai Rumah Sakit Covid-19

adminBy admin16 Juli 2021Updated:16 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Walikota Samarinda Andi Harun saat memberi keterangan pers kepada awak media (foto_frisca)
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

Samarinda – Meningkatnya kasus pasien positif Covid-19 yang dirawat pada rumah sakit pemerintah maupun swasta di Kota  Samarinda. Membuat Pemerintah Kota Samarinda harus mencari cara untuk mencegah terjadinya kekurangan kapasitas ruangan pasien.

Wali Kota Samarinda Andi Harun, didampingi Sekretaris Kota Sugeng Chairuddin beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis (RSUD IA Moeis), untuk melihat kelayakan serta menajemen pengelolaannya, pada Jumat(16/7/2021)

Andi Harun menyusuri satu per satu dari ruangan yang ada di RSUD IA Moeis Samarinda dengan atribut APDnya, ia katakan RS Moeis memiliki manejemen baik dalam pengelolaan pasien, terutama kepada pasien yang terindikasi positif Covid-19.

“Ini dilihat dari angka kematian pasien yang cenderung kecil jika dibandingkan dengan rumah sakit lainnnya,”beber Andi Harun.

Kemudian berbicara tentang rekomendasi RSUD IA Moeis yang rencananya akan dipakai sebagai RS khusus penanganan pasien positif Covid-19, Andi Harun mengatakan rekomendasi itu merupakan alternatif paling terakhir dan masih sangat jauh.

“RSUD IA Moeis sebagai RS alternatif khusus Covid-19, itu jalan terakhir yang dilakukan jika keadaan jauh lebih buruk,” kata Andi Harun dilansir di halaman Narasi.co

Menurutnya, banyak alternatif lain yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan serta BPBD dan Satgas Penanganan Covid-19 yakni dengan menyiapkan bed pada ruang-ruang perawatan termasuk di RS Swasta, sebelum sampai pada opsi yang terakhir.

“Kami berharap pandemi bisa terus menurun,”harapnya
Selain itu, wali kota menyampaikan terkait kedatangan ke RS tersebut, karena ingin melihat kemungkinan adanya peralatan yang belum maksimal atau dukungan dari pemerintah yang mungkin selama ini belum sampai.

“Benar, ternyata memang ada beberapa kebutuhan yang perlu dipenuhi, seperti kelengkapan peralatan. Insyaallah, minggu depan akan ditindaklanjuti,” kata Andi Harun.

Lebih jauh, dia mengingatkan betapa pentingnya untuk terus menjaga kesehatan, bukan kesehatan diri sendiri saja, namun kesehatan orang lain.

Dalam PPKM peraturan itu kan diwajibkan untuk menutup dagangannya pada pukul 21.00 Wita, bukan berarti itu menutup jalan rejeki.

“Ikuti dulu peraturannya. Karena besok pasti datang lagi rejekinya. Siapa tahu dengan menutup dagangan dan menghormati kesehatan orang lain, akan mendapat rejeki yang lebih baik dan lancar,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Sektor Pertanian Kaltim, Harapan Baru Pengganti Sektor Migas

19 November 2023

Sinergi DPRD Kaltim dan Kutai Barat dalam Penyusunan Propemperda

18 November 2023

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Minta Evaluasi Pembangunan Pendidikan Menjelang IKN

18 November 2023
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Seleksi Bantuan Ternak Diperbarui, DTPHP Kutim Terapkan Skema Giliran
  • UMK Kutim 2026 Naik, Pemerintah Pastikan Keseimbangan Buruh dan Dunia Usaha
  • Cetak Kader Ulama, Pemkab Kutim Gandeng Baznas Kelola Beasiswa Luar Negeri
  • RADALOK I 2026, Pemkab Kutim Targetkan Serapan Triwulan I Capai 15 Persen
  • DPPKB Kutim Siapkan Sekolah Lansia Berdaya, Sangatta Utara Jadi Lokasi Perdana
  • Pemkab Kutim Perkuat Pengawasan Pembangunan SPPG Terpencil Demi Sukses Program MBG
  • Antisipasi Banjir Susulan, Polsubsektor Batu Ampar Minta Pemdes Siapkan Titik Evakuasi
  • Target 50 Ribu Pekerja, Pemkab Kutim Mulai Bangun Peta Ketenagakerjaan
  • Kerja Cepat Aparat, Empat Tahanan Kabur di Kutai Timur Kembali Diamankan
  • Hilirisasi Jadi Kunci, Keripik Pisang Produksi IKM Kutim Perkuat Penetrasi di Pasar Uni Eropa
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.