Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Kutai Timur»Pemkab Kutim Perkuat Kolaborasi Tekan Angka Stunting Hingga 2029
Kutai Timur

Pemkab Kutim Perkuat Kolaborasi Tekan Angka Stunting Hingga 2029

adminBy admin14 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Kutim, Rabu (13/4/2025).

Kegiatan yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan target penurunan stunting yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dapat tercapai.

Berdasarkan dokumen RPJMD, prevalensi stunting di Kutai Timur ditargetkan turun bertahap dari 26,9 persen pada 2024 menjadi 19,38 persen pada tahun 2029.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kutim, Mitha Ferdina, mengatakan percepatan penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkuat intervensi kesehatan melalui Posyandu dan Puskesmas, mulai dari pemberian makanan tambahan, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil dan balita hingga edukasi gizi kepada masyarakat.

Selain itu, sejumlah program tindak lanjut juga disiapkan, seperti kunjungan rumah bagi balita bermasalah gizi, pemeriksaan dokter spesialis, pemberian suplemen tambahan serta program “Gratis Minum Susu Buah Stop Stunting”.

Berdasarkan data tahun 2025, Kecamatan Muara Bengkal tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi sebesar 26 persen, disusul Sangatta Selatan dan Karangan masing-masing 21 persen serta Kaliorang sebesar 20 persen.

Melalui penguatan program dan sinergi lintas OPD, Pemkab Kutim optimistis angka stunting dapat ditekan demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang. (WR)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Hendak Ambil Layangan Putus, Pelajar SMP Nyaris Diseret Buaya di Sangatta

14 Mei 2026

128 Peserta Latsar CPNS Kutim Dinyatakan Lulus, Siap Jadi Pelayan Masyarakat

13 Mei 2026

Polres Kutim Optimalkan Layanan Call Center 110, Siaga 24 Jam untuk Masyarakat

13 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Pemkab Kutim Perkuat Kolaborasi Tekan Angka Stunting Hingga 2029
  • Hendak Ambil Layangan Putus, Pelajar SMP Nyaris Diseret Buaya di Sangatta
  • Bidan Kutim Bergerak ke Pelosok, Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks
  • 128 Peserta Latsar CPNS Kutim Dinyatakan Lulus, Siap Jadi Pelayan Masyarakat
  • Polres Kutim Optimalkan Layanan Call Center 110, Siaga 24 Jam untuk Masyarakat
  • BPJS Kutim Gandeng Empat Yayasan, 640 Relawan Kini Terlindungi Jaminan Kesehatan
  • SIM Keliling Diserbu Warga Sangkulirang, Polres Kutim Perluas Akses Pelayanan
  • Pasca Putusan MK, Disdukcapil Kutim Buka Posko Perubahan Data Warga Sidrap
  • Kutim Target Juara Umum di Sirnas C Bupati Cup Open 2026
  • Enam Santri SDIT Daarussalam Sukses Sambung Ayat Al-Qur’an di Hadapan Bupati
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.