Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Joni : Kurangnya Dokter Spesialis di Wilayah Pedalaman Masih Menjadi Persolaan
Advertorial

Joni : Kurangnya Dokter Spesialis di Wilayah Pedalaman Masih Menjadi Persolaan

adminBy admin16 November 2024Updated:23 November 20242 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA- Anggota DPRD Kutim Joni mengatakan, rendahnya partisipasi masyarakat terhadap pendidikan tinggi, terutama dibidang program pendidikan kesehatan yang di ketahui memerlukan biaya yang cukup besar masih menjadi persolan yang sampai saat ini belum menemukan titik solusi yang tepat.

“Saya harap program beasiswa yang di gagas oleh pemerintah daerah saat ini, juga bisa mengakomodir putra putri kita yang ingin melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran, karena, kita tau bersama, selain tenaga pendidikan, kita juga masih memerlukan dokter untuk bisa melayani masyarakat,” ujarnya.

Politisi senior Partai berlambang Ka’bah ini menyebut, kurangnya tenaga kesehatan khusunya dokter spesialis yang akan di tempatkan di wilayah pedalaman masih menjadi persolaan yang belum bisa di atasi oleh pemerintah daerah. Untuk itu, adanya program basiswa khususnya bagi para tenaga medis, bisa menjadi solusi yang bisa di ambil oleh pemerintah.

“Nantinya sasaranya adalah masyarakat di wilayah tersebut, jadi setelah mereka lulus, mereka akan langsung kembali ke daerahnya, dan kecil kemungkinan akan pindah, karena mereka kan orang di situ,”kata Joni.

Namun dirinya juga memberikan catatan kepada pemerintah untuk memberikan sanksi yang tegas apabila nantinya ada masyarakat yang sudah memanfaatkan program beasiswa tersebut, tidak berkomitmen untuk kembali ke daerah dan mengabdikan diri untuk melayani masyarakat Kutim.

“Jangan sampai ini (beasiswa) di manfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab, mereka mengambil beasiswa dari Kutim, setelah lulus kembai ke daerah asalnya, ini yang patut di waspadai,” pungaksnya

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Keterbukaan Informasi Jadi Fondasi Kepercayaan Publik, Wabup Kutim Tekankan Transparansi

16 April 2026

Ledakan Dispenser BBM di SPBU Muara Wahau, Respons Cepat Petugas dan Polisi Cegah Korban Jiwa

15 April 2026

Wabup Mahyunadi Dorong Keterbukaan Informasi Berbasis Manfaat Nyata bagi Masyarakat

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Polsek Sangatta Utara Pantau Arus Lalin di Jembatan TNK, Kondisi Tetap Lancar
  • Rakor Pimpinan Daerah Kutim Fokus Dorong Hilirisasi Sawit di KEK Maloy
  • 130 Pengurus Karang Taruna Kutim Dilantik, Siap Kawal Isu Sosial hingga Pemberdayaan Pemuda
  • Jaga Kamtibmas, Sat Samapta Polres Kutim Sisir Pusat Aktivitas di Sangatta
  • Wabup Mahyunadi Lepas 141 Lulusan SMA Prima YPPSB, Tekankan Ketangguhan Hadapi Era Digital
  • Senam Bersama DWP Kutim, Perkuat Kebugaran dan Kebersamaan di Diskominfo Staper
  • Pemkab Kutim Perkuat Peran dalam Program Oplah, Hadapi Tantangan Minat Bertani
  • Respons Cepat Kepolisian, Call Center 110 Polres Kutim Siap Layani Warga
  • Aksi Cepat Satpolairud Kutim Selamatkan Tiga Pemancing dari Perahu Terbalik di Kenyamukan
  • Keterbukaan Informasi Jadi Fondasi Kepercayaan Publik, Wabup Kutim Tekankan Transparansi
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.