SANGATTA – Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi pelepasan 141 siswa-siswi angkatan pertama SMA Prima YPPSB dalam kegiatan “1st Purna Krida Cendekia” yang dirangkai dengan Gebyar Prestasi 2026, Sabtu (18/04/2026).
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar akhir dari perjalanan pendidikan, tetapi awal dari tantangan baru di masa depan.
Menurutnya, para lulusan tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademik, namun juga kemampuan beradaptasi, ketangguhan mental, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Dunia ke depan bukan hanya soal nilai, tetapi tentang bagaimana kalian mampu bertahan, beradaptasi, dan memanfaatkan peluang di era digital,” ujarnya di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi Sangatta.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan dan derasnya arus informasi harus disikapi dengan bijak. Para lulusan diharapkan mampu berpikir kritis, menjaga etika, serta memiliki karakter kuat dalam menghadapi persaingan global.
Mahyunadi turut mendorong agar tidak ada anak Kutai Timur yang berhenti mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan. Ia meminta para siswa untuk menentukan arah masa depan dengan mempertimbangkan minat, bakat, dan kebutuhan daerah.
Sementara itu, perwakilan Pengurus YPPSB, Jimmi Ariesta, menyampaikan bahwa angkatan pertama ini memiliki peran penting sebagai fondasi bagi perkembangan SMA Prima YPPSB ke depan.
“Kalian adalah pionir yang akan menjadi tolok ukur bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Semangat untuk Berkarya”, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang siap menghadapi perubahan zaman. (ML)
