SANGATTA – Upaya pemerataan listrik di Kabupaten Kutai Timur semakin mendekati target. Pemerintah Kabupaten Kutim bersama PT PLN (Persero) mencatat saat ini hanya tersisa tiga desa yang belum sepenuhnya menikmati layanan kelistrikan.
Hal tersebut terungkap dalam audiensi antara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dengan jajaran PLN di Kantor Bupati Kutim, Jumat (5/6/2026).
Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik karena akses energi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara merata.
Menurutnya, wilayah Pulau Miang, Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat menjadi fokus utama dalam penyelesaian program elektrifikasi hingga tahun 2027.
Meski menghadapi tantangan berupa kondisi geografis dan keterbatasan akses, Pemkab Kutim tetap berkomitmen mencari solusi agar seluruh desa dapat segera menikmati listrik.
Di sisi lain, perwakilan PLN Nurhakim menjelaskan bahwa pada 2026 pihaknya mendapat penugasan dari Kementerian ESDM untuk membangun infrastruktur kelistrikan di 31 lokasi yang mencakup 21 desa.
“Dari 21 desa itu, 10 merupakan desa baru. Sehingga dari sisa desa lama yang belum berlistrik, kini tinggal tiga desa lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain akses jalan yang rusak serta proses perizinan pembukaan jalur jaringan listrik di area perkebunan sawit.
Namun demikian, PLN menilai koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan sangat baik sehingga berbagai hambatan dapat diselesaikan secara bertahap. (IR)
