Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Bupati Kutim Ardiansyah Lepas 90 Peserta KKN XIX STIPER Kutim
Advertorial

Bupati Kutim Ardiansyah Lepas 90 Peserta KKN XIX STIPER Kutim

adminBy admin14 Juli 2023Updated:2 September 20233 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA – Sebanyak 90 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Angkatan ke XIX , dilepas Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, dalam rangka mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2023.

Pelepasan peserta KKN STIPER itu, ditandai dengan pemasangan almamater dan kartu peserta oleh Bupati kepada dua perwakilan mahasiswa STIPER Kutim, yang dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati, Jum’at (14/07/2023). Turut disaksikan Staf Alhi Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Tejo Yuwono, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Sulastin, dan para dosen STIPER Kutim.

Ketua STIPER Kutim melalui Wakil Ketua Puket I La Sarido mengatakan, tahun ini KKN diikuti sebanyak 90 mahasiswa, terdiri dari lima (5) jurusan program studi dan dua (2) konsentrasi. Yakni, jurusan Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Kehutanan, Keluatan dan Budidaya Kelautan serta Teknik Pertanian. Dan mereka tersebar di delapan (8) desa yang ada di Kecamatan Sangkulirang.

“Pelaksanaan KKN pada tahun ini mengambil tema ‘Membangun Desa Berbasis Pertanian Tepat Guna Mewujudkan Masyarakat Mandiri’ di Kecamatan Sangkulirang,” terang Lasarido.

Lebih lanjut La Sarido menyebut, KKN merupakan perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu melakukan pengabdian ke masyarakat.

“Profesor Juraemi (Ketua STIPER Kutim) menitip pesan kepada ade-ade mahasiswa, jagalah almamater kita (nama baik STIPER), di tempat KKN nanti, di masing-masing desa. Dan ke sananya 90 mahasiswa, pulangnya juga 90 mahasiswa,” pesannya.

Sementara, Bupati Ardiasnyah ditemui usai melepasan puluhan mahasiswa beralmamater biru itu mengatakan, sebelumnya pelepasan mereka (mahasiswa) telah mendapat pembekalan dari kampus. Baik terkait dengan tujuan, arahan, teknik, metode di lapangan maupun metode praktis KKN di lapangan.

“Dan saya yakin mahasiswa sudah memahami dalam dua hari mengikuti pembekalan itu. Juga saya sudah memberikan arahkan secara umum saat pembekalan. Dan tema yang disampaikan itu cukup bagus, karena terkait dengan bidang pertanian,” ucap Ardiansyah.

Sekarang Pemkab Kutim sedang menggalakkan pertanian, lanjutnya. Dikatakan Ardiansyah, bahwa petani-petani di Kutim mulai bangkit. Baik petani hortikultura, persawahan dan sebagainya, begitu juga peternakan. Kabupaten utim tengah menyiapkan diri, untuk menjadi sentra ayam, sentra kambing dan lainnya.

“Yang tidak kalah penting, juga mahasiswa ini tetap memberikan yang terbaik, di masing-masing kelompok atau di masing-masing desa tempat KKN. Silahkan nanti berkoordinasi dengan kepala desa, dengan warganya. Berikan yang terbaik dari ilmu yang dimiliki mahasiswa kepada masyarakat agar lebih bermanfaat,” tutur orang nomor satu di Kutim ini.

Lebih jauh Ardiansyah menambahkan, bagi pemerintah mereka (mahasiswa) bisa berkontribusi secara keilmuan dan memberikan support kepada masyarakat, terhadap apa yang masyarakat inginkan.

“Meskipun ada yang kebagian di desa yang sudah maju. Nah mereka bisa memetik ilmu dari sana. Saya yakin STIPER akan tetap maju ke depan dan mahasiswa merupakan bagian yang terpenting untuk memberikan yang terbaik bagi almamater,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia KKN Suharlina mengatakan, puluhan mahasiswa STIPER Kutim ini akan tersebar di delapan desa yakni, Desa Pulang Miang, Desa Kolek, Desa Maloy, Desa Sempayau, Desa Saka, Desa Mandu Dalam, Desa Mandu Pantai Sejahtera dan Desa Peridan.
“Kegiatan mereka fokusnya berbasis pertanian, pertanian secara luas. Jadi nanti mereka nanti fokusnya sesuai prodi masing-masing, ada yang Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Kehutanan, Keluatan dan Budidaya Kelautan Serta Teknik pertanian. Dan KKN ini digelar selama 45 hari,” terang Suharlina. (ADV/CP2/DS)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Wabup Mahyunadi Dorong Bidan Kutim Tingkatkan Kompetensi Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

1 Agustus 2026

Festival Sekerat Nusantara V Tegaskan Komitmen Desa Bangun Budaya dan Ekonomi Berkelanjutan

12 Juli 2026

Bupati Kutim Dorong Lulusan BLK Terpantau Hingga Terserap Dunia Kerja

6 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Literasi Digital Jadi Pilar Terkuat, Kutai Timur Perkuat Posisi sebagai Daerah Berdaya Saing Digital
  • Diskan Kutim Bekali 100 Nelayan dengan Teknologi dan Manajemen Perikanan
  • DOB Sangsaka Digagas untuk Percepat Pelayanan Publik di Lima Kecamatan
  • Kadiskop UKM Kutim Marhadyn Sebut UMKM Harus Berani Berkembang Tanpa Bergantung pada Pinjol
  • Membangun Kepercayaan dari Koperasi Plasma, Kutim Siapkan Audit Menyeluruh
  • Wabup Mahyunadi Dorong Bidan Kutim Tingkatkan Kompetensi Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Di Balik Riak Air Kaltim Open Nusantara Cup 1, Aquatik Kutim Meniti Jalan Menuju Porprov
  • Infrastruktur Air Minum dan Jalan Lingkungan Resmi Jadi Aset Pemkab Kutim
  • KPAD Kutim Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tekan Penyebaran HIV/AIDS
  • Bupati Kutim Ajak Orang Tua Hindari Kekerasan Verbal pada Anak
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.