Sangatta – Sebanyak 322 petugas diterjunkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung hingga 31 Agustus mendatang.
Pendataan tersebut menjadi bagian dari sensus nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk memperoleh gambaran terkini mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, mengatakan petugas terdiri atas 278 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 44 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang akan menjangkau seluruh desa di 18 kecamatan.
Menurutnya, cakupan sensus sangat luas karena meliputi seluruh jenis usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, perusahaan besar, usaha keliling, toko konvensional, hingga usaha berbasis digital.
“Semua aktivitas usaha akan dicatat sehingga menghasilkan gambaran ekonomi yang utuh,” katanya saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Polder Ilham Maulana, Selasa (30/6/2026).
Widiyantono menjelaskan, perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin banyak bertransaksi melalui platform digital menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya sensus tersebut.
Data yang dikumpulkan nantinya akan dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, sementara pelaku usaha dapat menggunakannya untuk melihat peluang pasar dan perkembangan sektor usaha.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disnaker Kutim, Sulisman, mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas di lapangan.
Ia menilai keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas. (ML)
