Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Benchmark ke Sleman, Langkah Strategis Kutim Mengukir Prestasi Akuatik Masa Depan
Advertorial

Benchmark ke Sleman, Langkah Strategis Kutim Mengukir Prestasi Akuatik Masa Depan

adminBy admin6 Desember 20253 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

Sangatta – Sleman pagi itu terasa hangat dan bersahabat. Di balik tenangnya udara Yogyakarta, ada langkah besar yang sedang ditempuh Pengurus Kabupaten Akuatik Indonesia (Pengkab AI) Kutai Timur (Kutim). Dipimpin langsung oleh H. Reza Fahlevi, rombongan kecil itu datang bukan sekadar berkunjung, tetapi membawa harapan besar untuk masa depan atlet-atlet renang di daerah mereka.

Tujuan Pengkab AI Kutim jelas, mempelajari bagaimana Sleman, salah satu kabupaten dengan pembinaan atlet yang cukup mapan, mampu menumbuhkan potensi atlet akuatik secara konsisten. Kegiatan studi tiru ini menjadi bagian dari ikhtiar Kutim untuk mempercepat kemajuan, memastikan setiap perenang muda memiliki fondasi pembinaan yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan hangat yang digelar di Ruang Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, terungkap salah satu rahasia keberhasilan mereka yaitu peran pemerintah yang sangat dekat dengan dunia olahraga.

Di Sleman, pemerintah daerah menunjuk kepala perangkat daerah sebagai Bapak Asuh untuk masing-masing cabang olahraga. Sebuah pendekatan yang tidak hanya unik, tetapi juga strategis.

“Kami melihat sendiri bagaimana Pemkab Sleman benar-benar hadir untuk atletnya. Model Bapak Asuh ini membuat penyampaian kebutuhan pembinaan menjadi lebih cepat dan tepat.”ujar H. Levi, sapaan akrabnya. Sabtu (6/12/2025)

Melalui sistem itu, segala bentuk kebutuhan, mulai dari sarana-prasarana, program latihan, hingga keperluan pendukung lainnya dapat tersampaikan langsung ke pejabat yang memiliki kewenangan. Tidak ada alur yang berliku, tidak ada permintaan yang tertahan.

Hal menarik lainnya ditemukan ketika rombongan mengetahui bahwa RSUD Prambanan menjadi Bapak Asuh bagi cabang olahraga Akuatik Sleman.

Peran rumah sakit ini jauh dari sekadar penyedia layanan kesehatan. Mereka memastikan gizi atlet terpenuhi, memantau vitamin, bahkan memberi perhatian pada aspek psikologis menjelang pertandingan. Sebuah pendekatan holistik yang jarang ditemui dalam pembinaan olahraga tingkat kabupaten.

“Ini membuka wawasan baru bagi kami. Atlet tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi disiapkan dengan pendampingan kesehatan mental yang baik,” ungkapnya.

Kunjungan Pengkab AI Kutim disambut secara resmi oleh Wakil Ketua I Pengkab AI Sleman. Sambutan hangat itu menambah keyakinan rombongan bahwa langkah yang mereka tempuh tepat.

Di ruang pertemuan itu, diskusi berjalan cair. Cerita demi cerita mengenai pengalaman pembinaan atlet mengalir, seakan menjadi energi baru bagi Pengkab Kutim yang sedang merancang lompatan besar di daerahnya.

Studi tiru ini bukanlah perjalanan singkat, tetapi tonggak awal menuju perubahan besar. Pengkab AI Kutim berharap sistem yang mereka pelajari dapat segera disesuaikan dengan kondisi di daerah, agar pembinaan atlet renang tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar menghasilkan bibit unggul yang berdaya saing.

H. Levi menegaskan bahwa apa yang dibawa pulang dari Sleman bukan sekadar catatan metode, melainkan inspirasi. Inspirasi bahwa keberhasilan olahraga bukan hanya tentang latihan keras, tetapi tentang ekosistem yang bekerja bersama.

“Kami ingin anak-anak Kutim merasakan pembinaan yang sama kuatnya. Mereka layak mendapatkan dukungan terbaik,” tutupnya.

Di antara langkah-langkah kecil yang mereka ambil hari itu, tertanam keyakinan besar bahwa masa depan renang Kutai Timur sedang dibangun, setapak demi setapak, dengan belajar dari mereka yang sudah membuktikan.

Penulis : Daus

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Festival Sekerat Nusantara V Tegaskan Komitmen Desa Bangun Budaya dan Ekonomi Berkelanjutan

12 Juli 2026

Bupati Kutim Dorong Lulusan BLK Terpantau Hingga Terserap Dunia Kerja

6 Juli 2026

BPS Kutim Libatkan 322 Petugas Sukseskan Pendataan Sensus Ekonomi 2026

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Tongkat Estafet Kepemimpinan Polres Kutim Beralih ke AKBP Aryansyah
  • Tradisi Tepung Tawar Warnai Penyambutan Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah
  • Festival Sekerat Nusantara V Tegaskan Komitmen Desa Bangun Budaya dan Ekonomi Berkelanjutan
  • Mahyunadi : Festival Budaya Harus Perkuat Identitas Daerah Tanpa Mengesampingkan Nilai Keagamaan
  • Tanaman Produktif Warnai Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Polder Sangatta
  • Gua Mengkuris Tampilkan Harmoni Warisan Alam dan Peradaban Purba
  • Tak Hanya Indah, Tangga Bidadari Simpan Jejak Geologi Jutaan Tahun
  • Pemkab Kutim Siapkan Langkah Pengendalian Inflasi dan Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem
  • Bupati Kutim Dorong Lulusan BLK Terpantau Hingga Terserap Dunia Kerja
  • Bupati Ardiansyah Tekankan Pentingnya Sinergi pada Sertijab Dandim 0909/KTM
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.