Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Guru PJOK di Bontang Ingin Susun LKS Secara Mandiri
Advertorial

Guru PJOK di Bontang Ingin Susun LKS Secara Mandiri

adminBy admin7 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

Bontang – Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Tri Ayuningsih melakukan inovasi dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurutnya, guru PJOK Bontang memiliki komunitas mandiri yang kompak dan kreatif.

Dalam proses pembuatan LKS untuk sekolah dasar (SD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Komunitas Guru PJOK Bontang meminta agar mereka bisa menyusun sendiri secara terpisah.

“Kami berharap kepada Disdikbud Bontang untuk mengabulkan permintaan kami. Guru PJOK Bontang sepakat untuk membuat LKS sendiri secara terpisah,” ungkapnya kepada citpose.com di Aula Autis Center Bontang, Rabu (7/10/2020).

Menurut guru yang biasa dipanggil Ayu ini, materi PJOK berbeda dengan dengan mata pelajaran yang lain. Dimana dalam PJOK ini terdapat materi dan keterampilan motorik (praktik).

“Yang kami temukan di lapangan, untuk kelas 1 dan kelas 2 negeri masih dipegang guru kelas, bukan guru PJOK. Kami khawatir materi yang disampaikan tidak sesuai dengan materi PJOK,” papar Guru PJOK SDN 008 Bontang Utara ini.

Selama ini Komunitas Guru PJOK Bontang yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6 sudah membuat video untuk memudahkan siswa dalam PJJ.

“Kami sudah membuat video pembelajaran di youtube channel. Kami berharap anak didik kami bisa mengambil atau mengunduh hanya di channel youtube kami,” tambah Ayu.

Menurut Ayu, dalam PJJ banyak siswa dan orang tua mengalami kesulitan untuk melakukan praktik materi PJOK. Di antaranya seperti, praktek renang yang membutuhkan tempat renang atau kolam renang. Apalagi kondisi pandemi seperti ini belum tentu pemilik kolam renang mengijinkan.

“Banyak kendala yang dialami siswa seperti kurangnya sarana dan prasarana. Contoh siswa yang tidak memiliki bola kasti, kami menyuruh siswa tersebut untuk membuat dari kertas yang digulung berbentuk bola kasti. Sedangkan alat pemukulnya bisa dari ranting kayu,” kata Ayu.

Ayu juga rajin mengunjungi para siswanya, menanyakan kendala yang dihadapi siswa selama proses PJJ. Dia tidak membebani siswanya untuk melakukan penugasan PJOK.

“Kami secara intensif mengunjungi siswa ke rumah masing-masing, berdiskusi dengan orang tua agar mengetahui kendala apa yang dihadapi siswa,” tambah Ayu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Saparudin mengatakan akan memberikan ruang kepada guru PJOK untuk menyusun LKS sendiri.

“Kami memberikan ruang kepada guru PJOK menyusun LKS sendiri, bagi kami tidak menjadi masalah,” kata Saparudin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Kerja Cepat Aparat, Empat Tahanan Kabur di Kutai Timur Kembali Diamankan

11 Januari 2026

Benchmark ke Sleman, Langkah Strategis Kutim Mengukir Prestasi Akuatik Masa Depan

6 Desember 2025

Basuki: Turnamen E-Sport Jadi Ruang Positif Bagi Pemuda Kutim

28 November 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Seleksi Bantuan Ternak Diperbarui, DTPHP Kutim Terapkan Skema Giliran
  • UMK Kutim 2026 Naik, Pemerintah Pastikan Keseimbangan Buruh dan Dunia Usaha
  • Cetak Kader Ulama, Pemkab Kutim Gandeng Baznas Kelola Beasiswa Luar Negeri
  • RADALOK I 2026, Pemkab Kutim Targetkan Serapan Triwulan I Capai 15 Persen
  • DPPKB Kutim Siapkan Sekolah Lansia Berdaya, Sangatta Utara Jadi Lokasi Perdana
  • Pemkab Kutim Perkuat Pengawasan Pembangunan SPPG Terpencil Demi Sukses Program MBG
  • Antisipasi Banjir Susulan, Polsubsektor Batu Ampar Minta Pemdes Siapkan Titik Evakuasi
  • Target 50 Ribu Pekerja, Pemkab Kutim Mulai Bangun Peta Ketenagakerjaan
  • Kerja Cepat Aparat, Empat Tahanan Kabur di Kutai Timur Kembali Diamankan
  • Hilirisasi Jadi Kunci, Keripik Pisang Produksi IKM Kutim Perkuat Penetrasi di Pasar Uni Eropa
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.