Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Krisis Air Bersih Samarinda Butuh Perhatian Lebih, Kata AM Afif Raihan Harun
Advertorial

Krisis Air Bersih Samarinda Butuh Perhatian Lebih, Kata AM Afif Raihan Harun

adminBy admin6 November 2024Updated:10 November 20242 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SAMARINDA – Krisis distribusi air bersih yang tidak merata di Samarinda menjadi sorotan AM Afif Raihan Harun, anggota DPRD Kaltim. Afif mendesak Wali Kota Samarinda untuk meningkatkan perhatian dan mengambil tindakan konkret guna mengatasi masalah ini yang telah lama dirasakan oleh warga.

Berbicara kepada wartawan, Afif menyoroti bahwa walaupun Samarinda kaya akan sumber air tawar, konversi sumber tersebut menjadi air bersih yang layak konsumsi dan distribusinya masih menghadapi kendala. “Warga kami sering mengeluhkan masalah distribusi air yang tidak bisa mereka akses 24 jam. Ini adalah masalah serius yang perlu ditangani segera,” ujar Afif.

Afif juga berbagi bahwa ia secara pribadi telah berulang kali menanggapi keluhan tersebut dengan melaporkannya langsung kepada Direktur Utama PDAM. “Saya terus mendesak PDAM agar mereka lebih responsif dan proaktif dalam menyelesaikan keluhan dari masyarakat,” ungkapnya.

Masalah ini, menurut Afif, memerlukan perhatian khusus dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang juga ayahnya. Ia percaya bahwa peremajaan pipa dan peningkatan infrastruktur merupakan langkah krusial untuk menjawab tantangan distribusi air bersih. “Kami membutuhkan tindakan yang tidak hanya reaktif tetapi juga preventif untuk memastikan bahwa setiap warga dapat mengakses air bersih,” tegas Afif.

Afif mengakhiri pernyataannya dengan seruan agar pemerintah kota dan PDAM memprioritaskan masalah air bersih sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap kesejahteraan publik. “Ini adalah waktu untuk bertindak, bukan hanya merencanakan. Warga Samarinda berhak mendapatkan layanan air bersih yang lebih baik,” pungkasnya. (adv/cp-m)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Keterbukaan Informasi Jadi Fondasi Kepercayaan Publik, Wabup Kutim Tekankan Transparansi

16 April 2026

Ledakan Dispenser BBM di SPBU Muara Wahau, Respons Cepat Petugas dan Polisi Cegah Korban Jiwa

15 April 2026

Wabup Mahyunadi Dorong Keterbukaan Informasi Berbasis Manfaat Nyata bagi Masyarakat

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Polsek Sangatta Utara Pantau Arus Lalin di Jembatan TNK, Kondisi Tetap Lancar
  • Rakor Pimpinan Daerah Kutim Fokus Dorong Hilirisasi Sawit di KEK Maloy
  • 130 Pengurus Karang Taruna Kutim Dilantik, Siap Kawal Isu Sosial hingga Pemberdayaan Pemuda
  • Jaga Kamtibmas, Sat Samapta Polres Kutim Sisir Pusat Aktivitas di Sangatta
  • Wabup Mahyunadi Lepas 141 Lulusan SMA Prima YPPSB, Tekankan Ketangguhan Hadapi Era Digital
  • Senam Bersama DWP Kutim, Perkuat Kebugaran dan Kebersamaan di Diskominfo Staper
  • Pemkab Kutim Perkuat Peran dalam Program Oplah, Hadapi Tantangan Minat Bertani
  • Respons Cepat Kepolisian, Call Center 110 Polres Kutim Siap Layani Warga
  • Aksi Cepat Satpolairud Kutim Selamatkan Tiga Pemancing dari Perahu Terbalik di Kenyamukan
  • Keterbukaan Informasi Jadi Fondasi Kepercayaan Publik, Wabup Kutim Tekankan Transparansi
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.