Tenggarong – Pagi itu air di Kolam Renang Putri Junjung Buyah tampak riak-riak memecah ketenangan. Namun di balik permukaannya, puluhan perenang dari berbagai daerah sedang berpacu melawan waktu, teknik, dan batas kemampuan diri. Di antara mereka, kontingen Aquatik Kutai Timur (Kutim) mengawali perjalanan dengan senyum penuh optimisme. jumat (24/7/2026)
Hari pertama Kejuaraan Kaltim Open Nusantara Cup 1 Tahun 2026 menjadi pembuka yang manis. Tiga medali emas, lima perak, dan satu perunggu berhasil dibawa pulang ke kubu Kutim. Sebuah hasil yang bukan sekadar deretan angka di papan klasemen, melainkan buah dari latihan yang dijalani dengan disiplin selama dua bulan terakhir.
Wawa menjadi peraih emas pertama melalui nomor 50 meter gaya dada. Tak lama berselang, Anggun memastikan dominasi Kutim di nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Nahda kemudian melengkapi kegembiraan tim setelah menjadi yang tercepat pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu.
Di balik keberhasilan itu, perjuangan para atlet tidaklah ringan. Mereka baru tiba di Tenggarong setelah menempuh perjalanan dari Kutai Timur dan harus segera beradaptasi dengan karakter kolam pertandingan. Waktu pemulihan yang singkat tidak mengurangi semangat mereka untuk memberikan penampilan terbaik.
Pelatih Aquatik Kutim, Adyan Siregar, melihat hasil hari pertama sebagai pertanda bahwa proses pembinaan berjalan ke arah yang benar. Baginya, medali memang membanggakan, tetapi perkembangan catatan waktu atlet memiliki arti yang sama pentingnya.
Sejumlah atlet yang belum berhasil naik podium justru mampu memperbaiki rekor waktu terbaik mereka. Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa latihan yang dijalankan mulai memberikan hasil nyata.
“Anak-anak datang dengan semangat yang luar biasa. Mereka masih menyesuaikan diri dengan kondisi kolam, tetapi tetap mampu menunjukkan performa terbaik. Bahkan beberapa atlet berhasil mempertajam catatan waktunya,” ujarnya.
Bagi tim pelatih, Kaltim Open Nusantara Cup bukan sekadar ajang kompetisi. Kejuaraan ini merupakan laboratorium kecil untuk mengukur kesiapan atlet sebelum menghadapi tantangan yang jauh lebih besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.
Dari sepuluh atlet yang diproyeksikan tampil di Porprov, sebagian sudah berhasil menyumbangkan medali sesuai target. Sisanya pun menunjukkan progres yang menjanjikan melalui peningkatan performa di lintasan.
Ketua Pengkab Aquatik Indonesia Kutim, H. Muhammad Reza Fahlevi, memandang pencapaian tersebut sebagai hasil dari sinergi banyak pihak. Menurutnya, prestasi atlet tidak lahir dalam semalam. Ada kerja keras pelatih, dukungan keluarga, perhatian Pemkab Kutim, KONI Kutim, hingga komitmen organisasi dalam menjaga pembinaan tetap berjalan.
“Kejuaraan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi. Kami ingin atlet tidak hanya mengejar podium, tetapi juga membangun mental bertanding dan konsistensi performa. Itu yang akan menjadi modal utama saat Porprov nanti,” katanya.
Masih ada dua hari pertandingan yang harus dijalani. Peluang menambah medali masih terbuka lebar, begitu pula kesempatan memperbaiki catatan waktu. Bagi para atlet Kutim, setiap lompatan ke dalam kolam bukan sekadar awal perlombaan, melainkan langkah kecil menuju mimpi yang lebih besar.
Di Tenggarong, perjalanan itu baru saja dimulai. Tiga medali emas memang menjadi pembuka yang menggembirakan, tetapi bagi Aquatik Kutim, tujuan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa kerja keras selama berbulan-bulan mampu mengantarkan mereka menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Porprov Kaltim 2026. (Daus)
