BENGALON – Penutupan Festival Sekerat Nusantara ke-V menjadi momentum memperkuat komitmen Desa Sekerat dalam mengembangkan budaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam malam penutupan festival yang dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Minggu (12/7/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari mengusung tema “Budaya Lestari, Nusantara Bersatu, Sekerat Sejahtera” dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, perlombaan budaya, serta pameran produk UMKM lokal.
Dalam sambutannya, Ardiansyah mengatakan festival budaya memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan karena mampu menciptakan ruang transaksi bagi pelaku usaha sekaligus memperkenalkan produk unggulan masyarakat.
Ia menilai kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sektor pariwisata berbasis budaya di Kutai Timur.
“Semakin banyak kegiatan seperti ini, semakin besar peluang masyarakat memasarkan hasil usahanya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah,” ujarnya.
Ardiansyah juga memberikan motivasi kepada para peserta lomba agar terus melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Kutai Timur.
Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika menegaskan bahwa Festival Sekerat Nusantara lahir dari semangat masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan desa.
Menurutnya, festival bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan langkah strategis memperkenalkan Desa Sekerat sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki daya saing.
“Harapan kami, festival ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus membawa nama Desa Sekerat semakin dikenal luas,” ujarnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat, Festival Sekerat Nusantara diharapkan terus menjadi penggerak pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur. (IR)
