Sangatta – Pengendalian inflasi dan kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (6/7/2026).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua DPRD Kutim Jimmi, Forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti rapat tersebut dari Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim.
Dalam pembahasannya, pemerintah pusat mengevaluasi perkembangan inflasi Juni 2026 sekaligus meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan pangan akibat musim kering yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus.
Menanggapi hal tersebut, Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya memperkuat sektor pangan melalui pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dan beternak menjadi salah satu solusi menjaga ketersediaan bahan pangan ketika produksi pertanian mengalami tekanan akibat cuaca.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga sehingga masyarakat memiliki cadangan pangan sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat apabila hasil produksinya dipasarkan.
Selain itu, Pemkab Kutim akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin dirasakan petani.
Dalam rakor tersebut, Kemendagri juga meminta pemerintah daerah terus mengoptimalkan operasi pasar murah, inspeksi pasar, serta memperkuat kerja sama antardaerah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. (DS)
