SANGATTA – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur mencatat ribuan warga telah diusulkan untuk memperoleh layanan jaminan kesehatan sepanjang tahun 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Kepala Dinsos Kutim Ernata Hadi Sujito mengungkapkan, jumlah usulan penerima bantuan terus bergerak setiap bulan seiring proses pendataan yang dilakukan hingga tingkat desa.
Data Dinsos menunjukkan pada Februari terdapat 1.013 jiwa yang diusulkan. Jumlah tersebut kemudian bertambah sebanyak 555 jiwa pada Maret, 1.306 jiwa pada April dan 661 jiwa pada Mei.
“Data untuk Juni masih dalam proses rekapitulasi dan akan kami finalkan pada akhir bulan,” katanya saat ditemui awak media, Selasa (09/06/2026).
Menurut Ernata, seluruh usulan masyarakat diproses menggunakan sistem berbasis NIK sehingga akurasi data lebih terjamin. Selain menghindari data ganda, metode tersebut juga memudahkan proses verifikasi lintas instansi.
Setelah pendataan selesai, Dinas Kesehatan akan melakukan verifikasi akhir sebelum peserta ditetapkan sesuai kuota yang tersedia. Saat ini kuota dari Kementerian Sosial mencapai 117.870 jiwa, sedangkan pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk sekitar 112.000 jiwa.
Melalui program tersebut, Pemkab Kutim berharap tidak ada lagi warga kurang mampu yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat belum terdaftar sebagai peserta BPJS. (IR)
