Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Kutai Timur»Pemkab Kutim Perkuat Pengawasan Pembangunan SPPG Terpencil Demi Sukses Program MBG
Kutai Timur

Pemkab Kutim Perkuat Pengawasan Pembangunan SPPG Terpencil Demi Sukses Program MBG

adminBy admin14 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mengintensifkan pengawasan terhadap pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) guna memastikan kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Kegiatan monev dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026).

Evaluasi dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno, dan dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah terkait, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kutim, serta para investor pembangunan dapur SPPG.

Dalam forum tersebut, Koordinator Wilayah BGN Kutim, Dwi Nur Shinta, menyampaikan bahwa rencana pembangunan SPPG terpencil di Kutai Timur mencakup 95 titik. Dari jumlah tersebut, 73 titik masuk dalam usulan tahap pertama dan 22 titik pada tahap kedua. Namun, ia mengungkapkan bahwa sebagian lokasi masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

Ia menjelaskan, hambatan utama terletak pada keterbatasan akses menuju lokasi, terutama di daerah yang kerap terdampak banjir. Salah satu kendala terjadi di Kecamatan Muara Ancalong, di mana proses distribusi peralatan dapur terhambat akibat banjir dan kondisi jalan yang sulit dilalui setelah air surut, sehingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah peralatan.

“Faktor alam dan kondisi geografis sangat memengaruhi percepatan pembangunan SPPG di wilayah terpencil,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemkesra Trisno menilai bahwa monitoring dan evaluasi ini penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kesiapan investor. Ia mengakui masih terdapat investor yang belum memulai pembangunan maupun yang progresnya belum optimal, khususnya di wilayah hulu sungai dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti di Kecamatan Telen.

Menurutnya, banjir yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir turut berdampak signifikan terhadap keterlambatan progres pembangunan. Oleh karena itu, Pemkab Kutim meminta para investor untuk segera menyampaikan data dukung sebagai bentuk pertanggungjawaban progres di lapangan.

“Data dukung ini menjadi dasar kami untuk menyusun laporan yang akan disampaikan ke BGN pusat. Kami berharap investor dapat lebih proaktif dan transparan dalam melaporkan perkembangan pembangunan,” jelasnya.

Trisno berharap pembangunan SPPG di Kutai Timur dapat segera dioptimalkan sehingga tujuan Program Makan Bergizi Gratis, yakni peningkatan kualitas gizi masyarakat terutama di wilayah terpencil, dapat segera terwujud.

Sebagai informasi, pemerintah pusat menargetkan penyelesaian sekitar 35.000 dapur SPPG hingga tahun 2026 untuk melayani sekitar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. (DS)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Digitalisasi Jadi Jalan Perempuan Kutim Perkuat Kemandirian Ekonomi

11 Agustus 2026

Literasi Digital Jadi Pilar Terkuat, Kutai Timur Perkuat Posisi sebagai Daerah Berdaya Saing Digital

6 Agustus 2026

Diskan Kutim Bekali 100 Nelayan dengan Teknologi dan Manajemen Perikanan

5 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Digitalisasi Jadi Jalan Perempuan Kutim Perkuat Kemandirian Ekonomi
  • Literasi Digital Jadi Pilar Terkuat, Kutai Timur Perkuat Posisi sebagai Daerah Berdaya Saing Digital
  • Diskan Kutim Bekali 100 Nelayan dengan Teknologi dan Manajemen Perikanan
  • DOB Sangsaka Digagas untuk Percepat Pelayanan Publik di Lima Kecamatan
  • Kadiskop UKM Kutim Marhadyn Sebut UMKM Harus Berani Berkembang Tanpa Bergantung pada Pinjol
  • Membangun Kepercayaan dari Koperasi Plasma, Kutim Siapkan Audit Menyeluruh
  • Wabup Mahyunadi Dorong Bidan Kutim Tingkatkan Kompetensi Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Di Balik Riak Air Kaltim Open Nusantara Cup 1, Aquatik Kutim Meniti Jalan Menuju Porprov
  • Infrastruktur Air Minum dan Jalan Lingkungan Resmi Jadi Aset Pemkab Kutim
  • KPAD Kutim Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tekan Penyebaran HIV/AIDS
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.