Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Bupati Kutim Dorong Kolaborasi Hadapi Era Pasca Tambang, Fokus pada Ekonomi Produktif dan Berkelanjutan
Advertorial

Bupati Kutim Dorong Kolaborasi Hadapi Era Pasca Tambang, Fokus pada Ekonomi Produktif dan Berkelanjutan

adminBy admin1 November 2025Updated:12 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan transisi menuju era pasca tambang melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Cabang Kutim, Sabtu (1/11/2025) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Seminar bertajuk “Optimalisasi Keberlanjutan Tambang Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Era Pasca Tambang” ini juga dirangkai dengan penetapan Tim Penyusun Standar ESG Batu Bara Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Umum BPP Perhapi Sudirman Widhy Hartono, Ketua Perhapi Kutim Zulfikar Rahman Sagala, perwakilan perusahaan tambang, pelajar, serta pejabat dari lingkungan Pemkab Kutim.

Dalam paparannya, Bupati Ardiansyah menyebut bahwa Kutai Timur masih menjadi salah satu daerah penyumbang batu bara terbesar di Tanah Air, dengan produksi mencapai hampir 40 juta ton hingga September 2025. Namun, menurutnya, ketergantungan terhadap tambang harus mulai diimbangi dengan pembangunan ekonomi berbasis sektor produktif lainnya.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada tambang. Yang harus dijaga adalah keberlanjutan ekonomi dan lingkungan setelah tambang berhenti. Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” tegas Ardiansyah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan arah pembangunan pasca tambang yang berfokus pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan, energi terbarukan, UMKM, serta pariwisata berbasis alam dan edukasi lingkungan.

“Transformasi ekonomi adalah keniscayaan. Kita ingin Kutai Timur tetap tumbuh mandiri meskipun tanpa tambang,” tambahnya.

Bupati juga menyoroti upaya perusahaan tambang dalam melakukan reklamasi dan revitalisasi lahan bekas tambang. Dari total 39.159 hektare area yang tercatat, sekitar 16.164 hektare atau 41,28 persen telah direklamasi, sebagian besar oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dalam membangun keberlanjutan pasca tambang.

“Kegiatan reklamasi tidak boleh berhenti di angka capaian, tapi harus berlanjut menjadi kegiatan produktif yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Perhapi Kutim, Zulfikar Rahman Sagala, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menghadapi masa depan pasca tambang.

“Kutim adalah penghasil batu bara terbesar, tapi kita harus mulai menyiapkan arah baru ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Senada, Ketua Umum BPP Perhapi, Sudirman Widhy Hartono, menilai pentingnya strategi ekonomi pasca tambang disiapkan sejak dini.

“Sumber daya alam tidak selamanya ada. Karena itu, strategi keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar tambang harus menjadi fokus bersama,” katanya.

Seminar nasional ini juga menjadi ajang diskusi mendalam antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk menyusun konsep Sustainability Mining yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (ADV/DS)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Pemkab Kutim Genjot Pembangunan Fisik dan SDM dalam RKPD 2027

17 Februari 2026

Bupati Ardiansyah Apresiasi Workshop Mandiri Himpaudi Kutim

15 Februari 2026

Skema Baru Bantuan RT di Kutim, Dikelola Desa namun Tetap Berbasis Aspirasi Warga

1 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Pemkab Kutim Jajaki Skema Karbon dan Ekonomi Hijau untuk Dongkrak PAD
  • Dorong Daya Saing, Brida Kutim Gelar Lomba Inovasi SANGA BELIDA 2026
  • Pemkab Kutim Genjot Pembangunan Fisik dan SDM dalam RKPD 2027
  • Kutim Perkuat Perkebunan Berkelanjutan, Sawit Disebut Kunci Ketahanan Energi dan Pangan
  • Bupati Ardiansyah Apresiasi Workshop Mandiri Himpaudi Kutim
  • Tekan Stunting, Pemkab Kutim Distribusikan Susu Gratis dan 342 Set Alat Ukur Pertumbuhan
  • Kukuhkan Pengurus Baru, Ketua DWP Kutim Tekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja
  • Forum Anak Muara Wahau Desak Pembangunan Perpustakaan dan Taman Ramah Anak
  • Forkopimda Kutai Timur Siapkan Skema Pengamanan Terpadu Sambut Bulan Suci Ramadan
  • Semangat Merah Putih dan Kepedulian Sosial Warnai Nobar Final AFC Futsal di Sangatta
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.