SAMARINDA – Angka kemiskinan di Kalimantan Timur yang tercatat lebih rendah daripada rata-rata nasional mendapatkan perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati. Menurutnya, fluktuasi tingkat kemiskinan yang sempat turun di tahun 2022 dan kembali naik di tahun ini memerlukan penanganan khusus. “Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi lapangan kerja dan inflasi,” kata Puji.
Puji menyoroti perlunya hilirisasi untuk meningkatkan lapangan pekerjaan. “Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun belum termanfaatkan secara maksimal,” terangnya.
Contoh konkret yang diberikan Puji adalah bagaimana produk bahan baku seperti pisang dan singkong diekspor dalam bentuk mentah dan kemudian diimpor kembali sebagai produk jadi dengan harga yang jauh lebih tinggi. “Ini menunjukkan pentingnya mengolah sumber daya alam kita sendiri,” jelas Puji.
Politisi Demokrat ini juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur sebagai langkah penting untuk mengurangi kemiskinan. “Infrastruktur yang memadai akan membantu petani mengangkut produk mereka ke pasar dengan lebih efisien,” ungkapnya.
Puji berharap, dengan perbaikan infrastruktur dan hilirisasi yang efektif, tingkat kemiskinan di Kaltim dapat terus menurun. “Kita harus menggunakan APBD dengan bijak untuk mendukung inisiatif ini,” pungkasnya. (ADV/CP-M)