SAMARINDA – Pesantren, selain sebagai pusat pendidikan keagamaan, juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan. Hari Santri Nasional menjadi momen refleksi atas kontribusi para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Santri bukan hanya sekadar pembelajar di pondok, mereka juga menjadi pelopor dalam menyebarkan dakwah dan semangat kemerdekaan kepada masyarakat,” papar Akhmed Reza Fachlevi, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim.
Dari lingkungan pesantren, lahir tokoh-tokoh besar seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, dan Teuku Umar. Mereka menjadi pionir dalam menghadapi penjajah dengan cara mereka sendiri, entah itu melalui dakwah atau langsung berperang.
KH Agus Salim dan KH Wahid Hasyim, misalnya, menjadi dua dari banyak nama yang berperan aktif dalam perumusan dasar negara. Kehadiran organisasi-organisasi Islam juga menjadi salah satu bukti nyata dari peran santri dalam sejarah bangsa.
Sebagai penutup, Akhmed Reza Fachlevi mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang jasa para santri. “Selamat Hari Santri. Semoga semangat keilmuan dan keagamaan mereka tetap menjadi inspirasi bagi kita semua.” (ADV/CP-M)