SANGATTA – Sebanyak 195 pecatur dari berbagai kalangan mengikuti Open Tournament Catur Kutai Timur (Kutim) Tahun 2025 yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara, Senin (3/11/2025). Kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kutim untuk menjaring sekaligus membina atlet berpotensi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur.
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa turnamen seperti ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter dan mental atlet. Ia menilai, catur bukan hanya sekadar olahraga adu strategi di papan, tetapi juga wadah pembelajaran disiplin, konsentrasi, dan ketangguhan berpikir.
“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan. Di sini para atlet ditempa menghadapi tekanan, memperkuat strategi, dan membangun mental juara,” tutur Rudi.
Rudi optimistis cabang olahraga catur Kutai Timur akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi daerah. Ia mengingatkan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar para atlet muda terus mendapat ruang untuk mengasah kemampuan.
“Pada Porprov 2022, Percasi sudah menyumbang 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Dengan pembinaan yang lebih intensif, saya yakin hasil di Porprov Paser nanti akan jauh lebih baik. Saya percaya Percasi bisa jadi salah satu penyumbang medali terbanyak,” pungkasnya
Sementara itu, Ketua Percasi Kutim, Ikhwan Syarif, menjelaskan bahwa turnamen ini dibuka untuk kategori pelajar dan umum. Ia menegaskan, fokus utama Percasi saat ini adalah mencetak atlet muda yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi melalui pembinaan di sekolah-sekolah.
“Kami ingin menanamkan dasar catur sejak dini. Karena usia maksimal atlet hanya 30 tahun, maka pembinaan di level SD, SMP, dan SMA menjadi prioritas. Harapannya, mereka tumbuh menjadi atlet berprestasi yang siap membawa nama Kutim,” ujar Ikhwan. (ADV/IR)

