Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Plt Kadisdik Kutim Sebut Kurikulum Merdeka Belajar Manivestasi Nilai-Nilai Pancasila
Advertorial

Plt Kadisdik Kutim Sebut Kurikulum Merdeka Belajar Manivestasi Nilai-Nilai Pancasila

adminBy admin20 November 2022Updated:14 Desember 20222 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimis setiap sekolah secara bertahap akan terapkan pembelajaran menggunakan kurikulum penyempurnaan yakni Kurikulum Merdeka Belajar. Targetnya tahun 2024 mendatang secara nasional diharapkan kurikulum merdeka ini sudah dapat diterapkan secara menyeluruh di masing-masing sekolah di Kutim.

Hal tersebut disampaikan Irma Yuwinda, Plt Kadisdik Kutim beberapa waktu yang lalu saat ditemui awak media.  Dirinya menyebut Kurikulum Merdeka Belajar merupakan manivestasi dari Nilai-Nilai Pancasila karena  mampu membentuk karakter anak sehingga terbebas dari pergaulan bebas. Melalui kurikulum ini anak akan dibentuk sesuai dengan profil Pancasila.

“Ada 6 profil Pancasila, yaitu berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif,” sebut Irma.

Dirinya memberikan contoh, di poin pertama, yaitu berakhlak mulia, terkait dengan ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, dengan contoh agama Islam. Di mana ia mengatakan, Islam melarang perbuatan merendahkan harkat dan martabat seseorang. Sehingga dengan penguatan keimanan dan pemahaman agama pada anak, akan menghindarkan anak dari perilaku bullying.

“Bahwa bagaimana akhlak, bagaimana attitude, bagaimana misalnya saya ambil contoh agama islam, Kan nggak boleh tuh merendahkan harkat martabat orang,” ujarnya.

Irma menambahkan, begitupun kasus-kasus lain dalam kehidupan sehari-hari, seperti perilaku menyimpang dan penyalahgunaan narkoba, dan lainnya.

Di era digitalisasi ia mengatakan, hal yang mustahil untuk memisahkan anak dari kemajuan teknologi informasi. Oleh karenanya ia menilai penanaman karakter ini sangat dibutuhkan agar anak cerdas dalam memilih dan memanfaatkan teknologi. (CP2)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Pemkab Kutim Genjot Pembangunan Fisik dan SDM dalam RKPD 2027

17 Februari 2026

Bupati Ardiansyah Apresiasi Workshop Mandiri Himpaudi Kutim

15 Februari 2026

Skema Baru Bantuan RT di Kutim, Dikelola Desa namun Tetap Berbasis Aspirasi Warga

1 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Pemkab Kutim Jajaki Skema Karbon dan Ekonomi Hijau untuk Dongkrak PAD
  • Dorong Daya Saing, Brida Kutim Gelar Lomba Inovasi SANGA BELIDA 2026
  • Pemkab Kutim Genjot Pembangunan Fisik dan SDM dalam RKPD 2027
  • Kutim Perkuat Perkebunan Berkelanjutan, Sawit Disebut Kunci Ketahanan Energi dan Pangan
  • Bupati Ardiansyah Apresiasi Workshop Mandiri Himpaudi Kutim
  • Tekan Stunting, Pemkab Kutim Distribusikan Susu Gratis dan 342 Set Alat Ukur Pertumbuhan
  • Kukuhkan Pengurus Baru, Ketua DWP Kutim Tekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja
  • Forum Anak Muara Wahau Desak Pembangunan Perpustakaan dan Taman Ramah Anak
  • Forkopimda Kutai Timur Siapkan Skema Pengamanan Terpadu Sambut Bulan Suci Ramadan
  • Semangat Merah Putih dan Kepedulian Sosial Warnai Nobar Final AFC Futsal di Sangatta
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.