SANGATTA – Bencana banjir yang melanda Kutai timur tepatnya dikota Sangatta membuat aktifitas di sejumlah titik banjir mengalami vakum aktifitas dan banyaknya korban banjir yang meminta bantuan evakuasi dan terlebih bantuan makanan siap saji membuat masyarakat yang tidak terkena dampak banjir bahu membahu mendirikan dapur umum untuk menyalurkan makanan siap saji untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. (Sabtu)19/03/22
Inilah yang dilakukan oleh IKATAN WANITA PENGUSAHA INDONESIA (IWAPI) Kutai Timur mereka menyadari para pengungsi maupun warga yang terdampak banjir sangat membutuhkan asupan makanan sehingga seluruh warga berinisiati untuk menyediakan bahan pangan yang diolah menjadi makanan siap dikonsumsi dengan mendirikan dapur umum mandiri melalui dana donasi antar pengurus dan anggota IWAPI Kutai Timur.
Untuk sasaran pendistribusiannya pengurus dan sejumlah anggota IWAPI Kutim berusaha langsung mengantarkan ke rumah-rumah warga yang masih ada penghuninya karena masih banyak terdampak banjir yang belum tersentuh

Siti Nurhasanah ketua IWAPI Kutim mengerahkan anggotanya karena memahami bahwa bencana banjir ini adalah musibah bagi kita semua sehingga kehadiran IWAPI ini sebagai perpanjangan tangan bantuan untuk saudara kita yang terkena bencana banjir
“Adapun bantuan dapur umum kami laksanakan bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yg terdampak banjir
Semoga bantuan IWAPI Kutim yang telah kami salurkan dapat bermanfaat dan meringankan beban bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir bahwasanya musibah ini adalah duka kita bersama-sama hendaknya kita saling bergotong royong saling membantu agar kita semua dapat melewati semua ini dengan ikhlas karena ini semua telah menjadi ketetapan yang maha kuasa” tegasnya
Dapur umum yang di dirikan oleh ikatan wanita pengusaha Indonesia (IWAPI) bertempat di Sangatta lama tepatnya di depan toko jati rezky yang menyiapkan makanan dari pagi hingga malam hari untuk para korban banjir.
Ada pun pendistribusian nya dengan cara mendatangi korban banjir yang terisolir dan juga membagikan di lokasi dapur umum.(CP-1)