SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merata di Kalimantan Timur, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menekankan pentingnya strategi pembangunan yang inklusif. Dengan fokus pada Kabupaten Mahakam Ulu dengan IPM 69,59 dan Kota Samarinda dengan IPM 82,32, Hasan menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan.
“Kaltim memiliki salah satu IPM tertinggi di Kalimantan, namun tidak semua daerah mendapat manfaat yang sama dari pembangunan yang ada,” ungkap Hasan. Menurutnya, perbedaan signifikan ini mengharuskan pemerintah provinsi untuk melihat lebih dalam ketimpangan yang ada dan menyusun rencana yang dapat mengatasi disparitas tersebut.
Selain itu, Hasanuddin juga mengkritik tingginya angka kemiskinan di Kaltim yang bertolak belakang dengan PDRB yang tinggi. “Pemerintah perlu lebih fokus pada pengentasan kemiskinan, bukan hanya meningkatkan PDRB,” katanya.
Ketua DPRD ini juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan peran serta DPRD dalam memantau dan mengawasi penggunaan anggaran pembangunan melalui SIPD, meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas.
Hasanuddin berharap pembangunan yang akan datang tidak hanya mengedepankan pertumbuhan ekonomi tetapi juga memprioritaskan pembangunan manusia dan pengurangan kemiskinan. “Kita perlu mengembalikan fokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesempatan yang setara bagi semua masyarakat Kaltim,” tegasnya. (GS-M)