BENGALON – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Bengalon tahun 2026 menjadi ajang strategis bagi desa-desa untuk menyampaikan usulan prioritas pembangunan. Kegiatan yang berlangsung di GSG Sepaso Timur pada 4–5 Februari 2026 ini menitikberatkan pada transformasi ekonomi dan penguatan infrastruktur.
Sekretaris Camat Bengalon, Permana Sari, menekankan bahwa setiap desa perlu menyelaraskan usulan dengan arah pembangunan Kabupaten Kutai Timur tahun 2027.
“Akurasi data lokasi dan target penerima manfaat sangat menentukan keberhasilan realisasi anggaran di masa depan,” tegasnya.
Ia meminta desa memprioritaskan program yang benar-benar mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat, khususnya dalam empat sektor utama: infrastruktur dasar, pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas SDM.
Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kutim, Ripto Widargo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah memperkuat sektor-sektor berkelanjutan, terutama pertanian dan pengembangan konektivitas wilayah.
“Konektivitas sangat berpengaruh. Tanpa jalur distribusi yang baik, transformasi ekonomi akan terhambat,” ujarnya.
Meski setiap desa diberikan kuota maksimal 20 usulan, pemerintah menyarankan agar fokus pada lima hingga enam program unggulan yang realistis dan sesuai kemampuan fiskal daerah. (IR)
