SAMARINDA – Harmoni dan kesatuan menjadi tema sentral pada Kaltim Bershawalat ke-XI yang diselenggarakan di Gelora Kadrie Oening. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, dalam acara tersebut, menyerukan pentingnya shalawat sebagai sarana meningkatkan keimanan dan memperkuat tali persaudaraan umat Islam.
Acara yang diadakan pada Jumat, 27 Oktober ini, tidak hanya menjadi ajang spiritual tetapi juga peringatan HUT ke-58 Bank Kaltimtara. Sigit mengungkapkan apresiasinya terhadap bank ini yang telah memainkan peran besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menaruh harapan pada rencana peningkatan penyertaan modal di tahun 2024.
“Bank Kaltimtara harus dijadikan sebagai role model oleh BUMD lainnya dalam memberdayakan ekonomi Kaltim,” tutur Sigit. Dia berharap inisiatif penambahan modal tersebut akan membawa bank daerah ini ke tingkat yang lebih tinggi dalam melayani masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Di tengah suasana yang penuh dengan doa dan puji-pujian, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin jamaah dalam bershalawat. Pesannya yang menggema adalah tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, agar tidak mudah terpecah dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Penutupan acara ini dimeriahkan dengan pesan-pesan tentang keutuhan NKRI yang disampaikan oleh Habib Syech, menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai persatuan di mata umat beragama. Seruan ini diharapkan akan terus menggema tidak hanya di Kaltim tetapi juga di seluruh pelosok negeri, menjaga Indonesia agar tetap utuh dalam damai dan harmoni. (ADV/CP-M)