SANGATTA – Sebanyak 130 pengurus Karang Taruna Kabupaten Kutai Timur resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030 oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Ruang Meranti, Bukit Pelangi, Minggu (19/04/2026).
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi organisasi kepemudaan tersebut dalam memperkuat peran di tengah masyarakat. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa Karang Taruna harus mampu menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Menurut Ardiansyah, potensi pemuda di Kutai Timur sangat besar dan perlu diarahkan secara tepat agar mampu mendukung pembangunan daerah secara merata, khususnya di wilayah desa dan kecamatan.
Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif organisasi kepemudaan dalam mengawal program pemerintah sekaligus menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.
Ketua Karang Taruna Kutim, Arsyl Dyago Tandi Tasik, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Karang Taruna sebagai wadah produktif bagi generasi muda. Ia menyebut pihaknya akan fokus pada isu-isu strategis, termasuk penataan lingkungan sosial, pengembangan sektor pertanian, hingga pelestarian budaya.
Selain itu, Karang Taruna juga berencana memberikan masukan kepada pemerintah terkait penertiban tempat hiburan malam sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
“Kedepan, kami akan fokus pada hal krusial, salah satunya mendorong penertiban tempat hiburan malam serta penguatan sektor budaya dan pertanian,” ungkap Arsyl.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kaltim, Bambang Agus Purnianto, menilai pemuda saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, ia mendorong pengurus yang baru dilantik untuk meningkatkan daya saing dan kreativitas agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia berharap pelantikan ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum kebangkitan peran pemuda dalam pembangunan daerah. (IR)
