Sangatta – Riuh sorak orang tua dan pelatih mengiringi lompatan-lompatan kecil atlet renang cilik di Kolam Renang Town Hall Sangatta, Sabtu pagi (13/12/2025). Sejak pagi, ratusan pelajar dari berbagai penjuru Kutai Timur (Kutim) memenuhi area kolam, membawa satu tujuan yang sama yaitu menguji hasil latihan dan menumbuhkan mimpi menjadi atlet berprestasi.
Kejuaraan Renang Sprint Race III Antar Pelajar yang digelar Akuatik Indonesia Kutim bukan sekadar perlombaan. Ajang ini menjadi ruang pembinaan sekaligus pertemuan antara semangat muda, dukungan keluarga, dan komitmen pemerintah daerah dalam membangun olahraga renang.
Di tengah suasana yang penuh antusiasme itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur, Basuki Isnawan, secara resmi membuka kejuaraan mewakili Bupati Kutai Timur. Di hadapan para atlet muda dan orang tua, ia menyampaikan kabar yang disambut tepuk tangan mengenai rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional di kawasan Stadion Kudungga.
“Hari ini kita masih berenang di Town Hall. Insyaallah, tahun depan kita sudah bisa berenang di Stadion Kudungga,” ucap Basuki, disambut senyum dan sorak optimistis para hadirin.

Kolam renang berukuran 50 meter tersebut direncanakan mulai digunakan pada 2026 dan diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet renang Kutim ke depan. Bagi para atlet muda, kabar ini bukan hanya tentang fasilitas, tetapi tentang masa depan yang semakin terbuka.
Basuki menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi tolok ukur hasil latihan para pelajar sekaligus wadah menjaring bibit atlet potensial yang kelak mampu membawa nama Kutai Timur bersinar di level regional hingga nasional.
“Teruslah berlatih dengan disiplin. Pelatih, klub, dan orang tua punya peran besar dalam membentuk karakter anak-anak kita melalui olahraga,” pesannya.

Di sisi lain kolam, Ketua Akuatik Indonesia Kutim, H. Reza Pahlevi, tampak menyapa para peserta dan pelatih. Ia mengungkapkan kebanggaannya melihat antusiasme yang begitu besar pada Sprint Race III tahun ini.
Selama dua hari, 13–14 Desember 2025, sebanyak 258 atlet pelajar ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka datang dari berbagai jenjang Pendidikan, mulai dari PAUD dan TK hingga SMA/SMK yang akan bertanding dalam 74 nomor perlombaan yang terbagi ke dalam 38 kategori putra dan putri.
“Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat renang di Kutim terus tumbuh. Ini menjadi modal penting bagi pembinaan atlet jangka panjang,” ujar Reza Pahlevi yang akrab disapa H. Levi.
Lebih dari sekadar mengejar catatan waktu tercepat, Sprint Race III menjadi panggung awal bagi lahirnya mimpi-mimpi besar. Dari kolam sederhana di Town Hall, para atlet muda Kutim menatap masa depan menuju kolam standar internasional, menuju prestasi, dan menuju kebanggaan daerah.
Penulis : Daus
