SANGATTA -Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi titik temu penting bagi upaya memperkuat pelayanan publik. Meski berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting, suasana monitoring dan evaluasi (Monev) SP4N LAPOR! terasa penuh perhatian. rabu (10/12/2025).
Di balik kegiatan yang tampak teknis ini, tersimpan kisah kerja senyap para OPD Narahubung, mereka yang menjadi garda depan dalam menerima, membaca, dan menindaklanjuti suara masyarakat yang masuk melalui platform pengaduan nasional SP4N LAPOR!.
Ketika masyarakat mengirim keluhan atau meminta informasi lewat SP4N LAPOR!, tak banyak yang tahu bahwa laporan itu pertama kali dibuka oleh para narahubung OPD. Di tangan mereka, setiap aduan dianalisis, diverifikasi, lalu diteruskan kepada pihak terkait.
Inilah peran yang ingin diperkuat lewat Monev yang digelar Diskominfo Staper Kutim bersama Diskominfo Provinsi Kaltim. Bagi Lisa Kominten, Kepala Bidang IKP dan Kehumasan mewakili Kepala Dinas mengatakan narahubung adalah pilar penting yang memastikan pengaduan publik tidak berhenti sebagai data, melainkan berubah menjadi tindakan.
“Ekspektasi publik terhadap pelayanan meningkat, dan narahubung adalah pihak yang membuat jembatan komunikasi ini tetap kokoh. Mereka memastikan suara masyarakat tidak hanya terdengar, tetapi juga ditindaklanjuti dengan benar,” ujarnya saat membuka sesi.
Berdasarkan surat Sekda Kutim yang menjadi acuan Monev, sebanyak 55 OPD tercatat sebagai penghubung SP4N LAPOR!. Namun baru 17 OPD yang rutin mengirimkan laporan pengelolaan pengaduan. Bagi sebagian narahubung, pekerjaan ini bukan sekadar tugas tambahan, tetapi komitmen moral untuk menjaga kualitas pelayanan publik.
Lisa tak menutupi bahwa masih ada pekerjaan rumah. Namun ia juga melihat potensi besar untuk memperbaiki pola komunikasi antar-OPD dan meningkatkan ketepatan respon.
“Saya yakin, jika kita memahami hambatan yang dialami di lapangan, mulai teknis sistem hingga koordinasi internal, kita bisa menyusun rekomendasi perbaikan yang nyata,” jelasnya.
Di balik angka-angka itu, tersimpan cerita narahubung yang harus berpacu dengan waktu untuk menjawab laporan, menelusuri birokrasi, bahkan mengklarifikasi data sebelum memberikan jawaban ke masyarakat.
Platform SP4N LAPOR! telah menjadi kanal resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus datang ke kantor pemerintah. Namun keberhasilan platform ini tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi pada manusia-manusia yang mengelolanya.
Diskominfo Staper Kutim berharap, Monev ini bukan sekadar evaluasi tahunan, melainkan momentum membangun budaya kerja yang lebih responsif dan transparan.
“Kami ingin OPD semakin profesional dan solid dalam menangani pengaduan. Tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan jawaban yang jelas, akurat, dan solutif,” kata Lisa.
Di ruang Zoom siang itu, para narahubung menyimak paparan, saling bertanya, dan mendiskusikan kendala yang mereka hadapi. Mereka mungkin tidak terlihat oleh publik, namun pekerjaan mereka menentukan seberapa dekat pemerintah dengan warganya.
Monev ini bukan sekadar rapat evaluasi, melainkan sebuah upaya memastikan bahwa setiap laporan dari masyarakat, betapapun kecilnya, mendapat perhatian dan tindak lanjut yang layak.
Dan di balik layar pelayanan publik Kutai Timur, mereka terus bekerja. Senyap, namun berdampak.
Penulis : Daus
