Sangatta – Di tengah percepatan pembangunan dan transformasi layanan publik, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengambil langkah penting melalui pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) atau ProASN. Bukan sekadar kegiatan teknis, pemetaan ini menjadi pintu masuk menuju era baru pengelolaan talenta aparatur yang lebih terukur, digital, dan berorientasi pada kinerja.
Selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Desember 2025, ruang pelaksanaan ProASN dipenuhi ratusan ASN dari berbagai perangkat daerah. Sebanyak 502 pegawai mengikuti rangkaian penilaian intensif mulai dari psikologi, kompetensi manajerial, sosio-kultural, literasi digital, hingga preferensi karir. Mereka datang tidak hanya untuk mengikuti instruksi, tetapi membawa harapan agar proses ini menjadi mahkamah objektif yang memotret kemampuan mereka secara jujur dan profesional.
Di hadapan para peserta, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, membuka kegiatan dengan penekanan yang lebih dari sekadar formalitas. Ia berbicara tentang masa depan Kutai Timur bahwa pembangunan tidak akan pernah lepas dari kualitas manusia yang menjalankannya.
“Pembangunan sumber daya manusia aparatur adalah fondasi reformasi birokrasi. Melalui ProASN, kita membangun basis data potensi ASN secara digital dan terstruktur,” ucapnya dengan nada tegas namun optimistis.
Dalam suasana kegiatan yang berlangsung tertib dan fokus, tampak bahwa ProASN bukan hanya soal pengisian instrumen atau mengikuti tes psikologi. Bagi banyak peserta, ini adalah cermin besar: tempat mereka melihat kompetensi diri, potensi yang mungkin belum tergali, serta ruang-ruang yang perlu diperbaiki.
Para penguji dan asesor dari BKSDM Kutim serta Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin turut berperan memastikan proses berlangsung sesuai standar. Dengan dukungan teknologi digital, hasil penilaian akan terekam secara rapi dan sistematis, memungkinkan pimpinan daerah melihat data setiap ASN secara lebih objektif.
“Data ini nantinya menjadi dasar kebijakan. Menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat bukan lagi sekadar slogan, tetapi keputusan berbasis bukti,” jelas Sudirman Latif.
Ia menyebutkan bahwa sistem merit mulai bekerja ketika keputusan-keputusan strategis tidak lagi didorong oleh asumsi, tetapi oleh angka, analisis, dan profil kompetensi yang terukur. Inilah yang diharapkan menjadi arah baru bagi Pemkab Kutim: pemerintahan yang dikelola oleh talenta terbaiknya.
Pada akhir sambutannya, Sudirman memberikan apresiasi atas kerja sama erat antara BKSDM Kutim dan Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin. Kolaborasi tersebut, menurutnya, merupakan langkah nyata menuju profesionalitas aparatur yang lebih matang.
“Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kemajuan ASN Kutai Timur,” ujarnya menutup kegiatan pembukaan.
Melalui ProASN 2025, Pemerintah Kutai Timur seakan tengah membentangkan peta besar talenta aparatur daerah: siapa yang unggul dalam kepemimpinan, siapa yang berpotensi di bidang teknis, siapa yang memiliki kecocokan pada layanan publik, dan siapa yang perlu didorong lebih jauh.
Penulis : Daus
