SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya memperkuat struktur fiskal daerah melalui pendekatan inovatif dan ramah lingkungan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat membuka Workshop Multi Pemangku Kepentingan Strategi Peningkatan PAD di Hotel Royal Victoria, Kamis (19/02/2026).
Mahyunadi menekankan bahwa daerah harus mulai mengembangkan instrumen pembiayaan alternatif, termasuk skema karbon berbasis kinerja.
“Kita tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada sumber pendapatan konvensional. Perlu ada diversifikasi melalui penguatan BUMD dan pembiayaan hijau,” ujarnya.
Ia menyebut, salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah skema pendanaan melalui Forest Carbon Partnership Facility, serta dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
Ketua panitia Wahyulianto menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari program Sustain Kutim yang difasilitasi GIZ. Sejak berjalan pada 2023, program tersebut mendorong Kutim menjadi kabupaten berkelanjutan di tingkat yurisdiksi, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.
Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari Circle Indonesia, Bank Dunia, serta perwakilan pemerintah daerah Bojonegoro untuk berbagi praktik baik terkait mekanisme Public Finance. (IR)
