Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Kutim Pacu Eliminasi Malaria, HIV, dan TBC Lewat Penguatan SPM dan Surveilans Kesehatan
Advertorial

Kutim Pacu Eliminasi Malaria, HIV, dan TBC Lewat Penguatan SPM dan Surveilans Kesehatan

adminBy admin18 November 2025Updated:18 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

SANGATTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan capaian besar dalam peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk eliminasi malaria pada 2027 serta penanggulangan HIV dan tuberkulosis (TBC) menuju eliminasi pada 2030. Target ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pembangunan kesehatan nasional.

Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa seluruh program yang dijalankan saat ini mengacu pada 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mengatur pelayanan kesehatan bagi semua kelompok usia, mulai dari ibu hamil hingga penanganan HIV/AIDS.

“Dua belas SPM itu mencakup seluruh fase kehidupan. Semuanya harus dicapai seratus persen. Tidak ada pilihan lain, ini wajib bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

Menurut Sumarno, Kutai Timur merupakan wilayah dengan karakteristik geografis yang memungkinkan terjadinya penularan malaria, terutama di daerah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Oleh sebab itu, strategi percepatan eliminasi difokuskan pada peningkatan surveilans, deteksi dini, dan penanganan cepat di setiap fasilitas kesehatan.

“Begitu ada satu kasus saja, tim harus langsung bergerak. Investigasi kasus dan respon cepat inilah yang terus kami perkuat,” ujarnya.

Sumarno juga menekankan bahwa peran aparatur desa, perusahaan, dan masyarakat di kawasan pedalaman sangat menentukan keberhasilan eliminasi malaria.

Dalam paparannya, Sumarno menegaskan bahwa HIV/AIDS masih menjadi masalah yang sulit terdeteksi karena banyak kasus tidak dilaporkan. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai fenomena gunung es.

“HIV ini banyak yang tersembunyi. Yang terdata hanya sedikit, karena masyarakat masih takut untuk dites akibat stigma,” jelasnya.

Untuk menekan penyebaran, Dinkes menurunkan tujuh penyuluh HIV ke berbagai kecamatan. Mereka aktif memberikan edukasi ke sekolah, komunitas pemuda, kelompok berisiko, hingga tempat-tempat kerja.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.

Sementara untuk TBC, Kutim mengejar target eliminasi 2030 dengan menekankan pentingnya konsistensi pasien dalam menjalani pengobatan jangka panjang. Sumarno menyebut bahwa tingkat kesembuhan TBC sangat dipengaruhi kedisiplinan pasien mengonsumsi obat secara teratur.

“TBC itu bisa sembuh total kalau pasien patuh minum obat. Maka pengawasan minum obat dan penemuan kasus aktif terus kami dorong,” terangnya.

Pemeriksaan aktif juga akan ditingkatkan terutama di wilayah padat penduduk serta daerah yang sulit dijangkau.

Sumarno menegaskan bahwa capaian sektor kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan kepala daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutai Timur.

“Jika semua target tercapai, itu berarti derajat kesehatan masyarakat membaik. Dampaknya langsung pada kesejahteraan, dan itu mencerminkan keberhasilan kepala daerah,” tegasnya.

Dinkes Kutim optimistis mampu mempercepat progres penanganan malaria, HIV, dan TBC, serta memastikan layanan kesehatan semakin merata, responsif, dan efektif bagi seluruh lapisan masyarakat. (ADV/AR)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

Pemkab Kutim Jajaki Skema Karbon dan Ekonomi Hijau untuk Dongkrak PAD

19 Februari 2026

Dorong Daya Saing, Brida Kutim Gelar Lomba Inovasi SANGA BELIDA 2026

18 Februari 2026

Pemkab Kutim Genjot Pembangunan Fisik dan SDM dalam RKPD 2027

17 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • Pemkab Kutim Jajaki Skema Karbon dan Ekonomi Hijau untuk Dongkrak PAD
  • Dorong Daya Saing, Brida Kutim Gelar Lomba Inovasi SANGA BELIDA 2026
  • Pemkab Kutim Genjot Pembangunan Fisik dan SDM dalam RKPD 2027
  • Kutim Perkuat Perkebunan Berkelanjutan, Sawit Disebut Kunci Ketahanan Energi dan Pangan
  • Bupati Ardiansyah Apresiasi Workshop Mandiri Himpaudi Kutim
  • Tekan Stunting, Pemkab Kutim Distribusikan Susu Gratis dan 342 Set Alat Ukur Pertumbuhan
  • Kukuhkan Pengurus Baru, Ketua DWP Kutim Tekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja
  • Forum Anak Muara Wahau Desak Pembangunan Perpustakaan dan Taman Ramah Anak
  • Forkopimda Kutai Timur Siapkan Skema Pengamanan Terpadu Sambut Bulan Suci Ramadan
  • Semangat Merah Putih dan Kepedulian Sosial Warnai Nobar Final AFC Futsal di Sangatta
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.