SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menghadirkan inovasi layanan sosial, khususnya bagi kelompok lanjut usia. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Pemkab Kutim akan meluncurkan program Sekolah Lansia Berdaya (Sidaya) sebagai terobosan baru dalam meningkatkan kualitas hidup warga lansia.
Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa program Sidaya ditargetkan mulai berjalan paling lambat pada akhir Januari 2026. Inisiatif ini menjadi program pertama di Kutai Timur yang secara khusus dirancang untuk memberdayakan lansia agar tetap sehat, aktif, dan mandiri seiring bertambahnya usia.
Saat ditemui di kantor DPPKB Kutim, Kamis (15/1/2026), Junaidi menjelaskan bahwa Kecamatan Sangatta Utara ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Penunjukan wilayah tersebut didasarkan pada tingginya jumlah penduduk lanjut usia serta pertimbangan efektivitas pelaksanaan program dari sisi anggaran dan jangkauan pelayanan.
Dalam tahap awal, DPPKB berencana membentuk sekolah lansia di setiap desa dan kelurahan di Sangatta Utara. Langkah ini dilakukan agar para lansia dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dan pendampingan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
“Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah kepada para lansia. Selama ini belum ada program yang benar-benar terfokus dan berkelanjutan untuk mereka. Kita mulai dari Sangatta Utara dengan target empat sekolah, kemudian akan diperluas ke seluruh kecamatan pada tahun 2027,” jelasnya.
Melalui Sekolah Lansia Berdaya, Pemkab Kutim berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap produktif, berdaya, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa tua. Program ini juga diharapkan menjadi pondasi baru dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan warga senior di Kutai Timur. (IR)
