SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kutai Timur kembali menggelar Lomba Inovasi Daerah SANGA BELIDA Tahun 2026. Agenda tahunan ini menjadi upaya konkret memperkuat ekosistem inovasi sekaligus meningkatkan posisi daerah dalam Indeks Inovasi Daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor.
Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa inovasi daerah memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Perubahan terjadi begitu cepat. Pemerintah harus mampu menghadirkan solusi yang efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menekankan, inovasi tidak boleh berhenti pada gagasan semata, tetapi harus terdokumentasi dengan baik dan memiliki keberlanjutan. Hal ini penting agar inovasi memenuhi standar penilaian yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Brida Kutim, Juliansyah, menambahkan bahwa lomba ini juga menjadi ruang pembinaan bagi perangkat daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan inovasi layanan publik.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi memiliki nilai manfaat, bisa direplikasi, serta didukung regulasi dan kelembagaan yang jelas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada pemenang SANGA BELIDA 2025. Brida Kutim meraih juara pertama dengan inovasi “Pemetaan Lokasi Kluster UMKM”, disusul Badan Kesbangpol Kutim melalui inovasi “Si-Wasdin”, dan Sekretariat Daerah Kutim dengan inovasi “IPTAKA”. (ML)
