SANGATTA – Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran saat musim El Nino, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutai Timur terus memperkuat keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) hingga ke tingkat desa dan RT.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Kutim, Sugio, mengatakan keberadaan Redkar sangat penting sebagai garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau armada pemadam.
“Sebagian besar dari 18 kecamatan di Kutai Timur sudah memiliki Redkar, meskipun belum semuanya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, Damkarmat juga telah menyiapkan 11 pos pemadam yang tersebar di sembilan kecamatan, termasuk Sangatta, Muara Wahau, Sangkulirang, Kombeng, hingga Kaliorang.
Sugio menjelaskan, pembentukan Redkar berasal dari inisiatif masyarakat desa atau RT yang kemudian disahkan melalui surat keputusan kepala desa sebelum mendapatkan pelatihan dari Damkarmat.
Menurutnya, keberadaan relawan sangat membantu mengingat waktu respons armada pemadam rata-rata sekitar 10 menit.
“Dalam kondisi rumah kayu yang berdempetan, waktu 10 menit bisa membuat api cepat meluas,” katanya.
Ia mencontohkan kawasan pesisir seperti Batu Ampar dan Sangkulirang yang memiliki akses jalan sempit serta jembatan kayu sehingga menyulitkan mobil pemadam masuk ke lokasi kebakaran.
Damkarmat berharap seluruh desa di Kutim nantinya memiliki Redkar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. (ML)
