SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan restrukturisasi dalam penyaluran bantuan pendidikan internasional. Fokus kini diarahkan pada pencetakan kader ulama melalui sinergi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim untuk program beasiswa luar negeri.
Langkah ini menandai pergeseran skema bantuan yang kini lebih spesifik dengan mengawinkan prestasi akademik dengan kriteria ekonomi (mustahik) guna memastikan akses pendidikan tinggi keagamaan bagi warga yang kurang mampu.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa pengalihan pengelolaan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan lebih presisi dan sesuai dengan misi keumatan. Baznas dinilai memiliki instrumen yang lebih tepat dalam menyeleksi calon penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan bantuan finansial namun memiliki tekad belajar yang kuat.
“Program beasiswa luar negeri ini kami percayakan kepada Baznas. Selain kesiapan lembaga, fokusnya pun sangat tajam, yakni pendidikan tinggi keagamaan yang selaras dengan visi pembangunan spiritual daerah,” ujar Ardiansyah di sela kegiatannya di Ruang Meranti, beberapa waktu lalu.
Bupati Ardiansyah juga menggarisbawahi bahwa beasiswa ini tidak diperuntukkan bagi jurusan umum di universitas reguler, melainkan difokuskan pada lembaga pendidikan tinggi yang memiliki kredibilitas dalam kajian Islam.
Sementara itu, Ketua Baznas Kutim, Masnif Sofwan, memberikan pembaruan terkait progres program yang telah berjalan. Saat ini, program tersebut telah memasuki tahun kedua dengan mengirimkan lima delegasi mahasiswa asal Kutim ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
“Alhamdulillah, lima mahasiswa kita sudah berada di semester empat. Ini membuktikan bahwa mekanisme yang kita bangun berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutur Masnif.
Tujuan akhir dari kerja sama ini, lanjut ia, bukan sekadar gelar akademik, melainkan regenerasi figur ulama di Kutai Timur. Pemkab Kutim dan Baznas berharap para penerima beasiswa ini nantinya dapat kembali ke daerah untuk berkontribusi dalam pembinaan umat.
“Kami memproyeksikan dalam dua hingga empat tahun ke depan, Kutim akan menyambut kepulangan kader-kader ulama baru yang kompeten dan siap mengabdi di tengah masyarakat,” tutupnya. (IR)
