Close Menu
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Penawaran Iklan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Citpose.com
  • Home
  • Nasional
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • Destinasi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Citpose.com
You are at:Home»Advertorial»Angka Anak Tidak Sekolah di Kutim Turun Drastis, Disdikbud Klaim Kerja Kolektif Berbuah Nyata
Advertorial

Angka Anak Tidak Sekolah di Kutim Turun Drastis, Disdikbud Klaim Kerja Kolektif Berbuah Nyata

adminBy admin19 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Share
Facebook Twitter Email Copy Link Telegram WhatsApp

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat kemajuan signifikan dalam upaya menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan jumlah ATS berhasil ditekan dari 13 ribu anak pada Maret menjadi sekitar 9 ribu anak pada September 2025, atau setara dengan penurunan hampir 30 persen dalam kurun waktu enam bulan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menuturkan bahwa capaian tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil kerja masif yang melibatkan berbagai pihak mulai dari struktur pemerintahan terkecil hingga lembaga pencatatan kependudukan.

“Begitu data Pusdatin keluar dan menempatkan Kutai Timur sebagai daerah dengan angka ATS tertinggi di Kalimantan Timur, kami tidak tinggal diam. Kami langsung membangun koordinasi dengan RT, PKK, hingga Disdukcapil untuk melakukan verifikasi ulang,” jelasnya.

Menurut Mulyono, temuan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar data ATS ternyata tidak mencerminkan kondisi riil. Banyak anak yang sebenarnya sudah kembali bersekolah, tetapi belum tercatat di dalam sistem pusat karena berbagai faktor administratif.

“Hasil verifikasi kami menemukan sekitar 3.000 anak yang sesungguhnya sudah bersekolah. Mereka tidak masuk dalam data terbaru karena belum ter-update di sistem nasional. Sementara sekitar 4.000 data lainnya masih kami telusuri dan sedang dalam proses konfirmasi dengan Disdukcapil dan Pusdatin,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa setiap perubahan data harus melewati prosedur yang ketat. Tidak serta-merta bisa dihapus atau dimodifikasi tanpa rekomendasi.

“Prosesnya tidak bisa sembarangan. Kami wajib memastikan setiap data benar-benar tervalidasi secara akurat. Karena itu koordinasi dengan Pusdatin sangat penting. Tetapi melihat progres saat ini, kami optimistis akhir tahun nanti angkanya akan kembali turun,” tegas Mulyono.

Selain capaian angka, Kutai Timur juga mencatat prestasi lain: menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang berhasil menurunkan ATS pada tahun berjalan. Sementara sembilan daerah lainnya justru mengalami kenaikan.

“Ini menunjukkan bahwa langkah cepat dan kerja kolaboratif benar-benar berdampak. Daerah lain belum mengambil langkah verifikasi seintens yang kami lakukan,” imbuhnya.

Mulyono menilai bahwa pendekatan berlapis melalui RT dan PKK terbukti sangat efektif karena mereka lebih memahami kondisi terkini warganya. Metode ini juga membuat proses verifikasi berjalan lebih cepat dan akurat dibanding hanya mengandalkan data elektronik.

Selain fokus pada validasi data, Disdikbud Kutim juga menyiapkan solusi bagi anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah. Pemerintah menyiapkan jalur pendidikan nonformal melalui program Paket A, B, dan C sebagai alternatif pendidikan untuk mereka yang membutuhkan fleksibilitas waktu dan kesempatan kedua untuk mendapatkan ijazah.

“Kami tidak hanya ingin menurunkan angka ATS di atas kertas. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan, entah itu melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan. Ijazah ini penting bagi masa depan mereka, terutama dalam dunia kerja,” jelas Mulyono. (ADV/AR)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
admin

Related Posts

UMK Kutim 2026 Naik, Pemerintah Pastikan Keseimbangan Buruh dan Dunia Usaha

18 Januari 2026

Cetak Kader Ulama, Pemkab Kutim Gandeng Baznas Kelola Beasiswa Luar Negeri

17 Januari 2026

RADALOK I 2026, Pemkab Kutim Targetkan Serapan Triwulan I Capai 15 Persen

16 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
  • UMK Kutim 2026 Naik, Pemerintah Pastikan Keseimbangan Buruh dan Dunia Usaha
  • Cetak Kader Ulama, Pemkab Kutim Gandeng Baznas Kelola Beasiswa Luar Negeri
  • RADALOK I 2026, Pemkab Kutim Targetkan Serapan Triwulan I Capai 15 Persen
  • DPPKB Kutim Siapkan Sekolah Lansia Berdaya, Sangatta Utara Jadi Lokasi Perdana
  • Pemkab Kutim Perkuat Pengawasan Pembangunan SPPG Terpencil Demi Sukses Program MBG
  • Antisipasi Banjir Susulan, Polsubsektor Batu Ampar Minta Pemdes Siapkan Titik Evakuasi
  • Target 50 Ribu Pekerja, Pemkab Kutim Mulai Bangun Peta Ketenagakerjaan
  • Kerja Cepat Aparat, Empat Tahanan Kabur di Kutai Timur Kembali Diamankan
  • Hilirisasi Jadi Kunci, Keripik Pisang Produksi IKM Kutim Perkuat Penetrasi di Pasar Uni Eropa
  • Pantau Harga Lebih Cepat, Disperindag Kutim Andalkan SP2KP dan Videotron Kota
Categories
  • Advertorial
  • Daerah
  • Destinasi
  • DISKOMINFO KUTAI TIMUR
  • DPRD Kutai Timur
  • KALTIM
  • Kutai Timur
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • Tokoh
  • Traveller
© 2026 Powered ByCitpose.com.
  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privasi
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.