SANGATTA – Upaya percepatan digitalisasi pemerintahan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus diperkuat. Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) menggelar sosialisasi peningkatan kapasitas admin perangkat daerah dalam penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE), Rabu (29/4/2026).
Sebanyak 38 peserta dari berbagai OPD mengikuti kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim tersebut.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menyampaikan bahwa penerapan TTE menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital yang lebih efisien dan transparan.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. TTE menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat layanan administrasi,” tegasnya.
Menurutnya, penggunaan TTE mampu memangkas birokrasi, sekaligus meningkatkan keamanan dokumen karena memiliki sistem perlindungan yang kuat dan tidak mudah dipalsukan.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab admin OPD dalam menjaga keamanan data dan sistem.
“Admin memiliki peran vital. Kepercayaan yang diberikan harus dijaga dengan penuh integritas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur TI dan Persandian, Sulisman, menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BSSN guna memperdalam pemahaman peserta terkait aspek teknis dan regulasi TTE.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kutai Timur.
“Harapannya, seluruh OPD dapat mengimplementasikan TTE secara optimal dan seragam,” pungkasnya. (ML)
