SANGATTA – Di tengah gemuruh persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII pada tahun 2026, Kutai Timur (Kutim) tidak hanya mengandalkan atlet matang. Sebuah strategi pembinaan yang sistematis dan berakar pada sektor pendidikan sedang dijalankan oleh Pengurus Kabupaten Akuatik Indonesia Kutai Timur (Pengkab Akuatik Kutim).
Melalui gelaran tahunan Sprint Race Swimming Ke-III Antar Pelajar 2025 pada 13–14 Desember di Kolam Renang TownHall Swarga Bara, Pengkab Akuatik Kutim menunjukkan bahwa investasi olahraga terbaik adalah yang dimulai dari usia dini.
Ketua Pengkab Akuatik Kutim, H. Reza Fahlevi (H. Levi), menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang mencari juara sesaat, melainkan sebuah ‘pemanasan mesin’ dan proses screening bakat untuk mengisi skuad Kutim di Porprov 2026.
“Ini adalah agenda rutin tahunan kami untuk memastikan roda pembinaan atlet berjalan lancar, dimulai dari akar rumput, yaitu pelajar. Kami ingin memastikan Kutim memiliki stok atlet yang siap diterjunkan dalam ajang seperti Poprov Kaltim VIII 2026 mendatang,” ungkap H. Levi pada Kamis (4/12/2025).
Fokus pada pelajar mencerminkan visi organisasi untuk tidak bergantung pada atlet dari luar daerah, melainkan mencetak bintang renang lokal yang memiliki loyalitas tinggi terhadap Kutim.
Salah satu poin penting yang membedakan kejuaraan ini adalah keputusan untuk menyelenggarakannya secara gratis bagi semua peserta. Langkah ini merupakan kebijakan progresif yang bertujuan meruntuhkan hambatan ekonomi, memastikan bakat dari latar belakang mana pun memiliki kesempatan yang sama untuk diuji.
Kebijakan pendaftaran gratis, yang dibatasi kuota dan dibuka mulai 5–12 Desember 2025, disertai dengan Hadiah, Medali, dan Piagam, menunjukkan komitmen organisasi untuk mengapresiasi kerja keras, bukan hanya hasil akhir.
“Kami menyelenggarakan secara gratis agar semua pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk mencoba dan menunjukkan bakat mereka,” tambahnya.
Melalui Sprint Race ini, Akuatik Kutim secara efektif mengubah kolam renang lokal menjadi pusat talent scouting terbuka. Tujuannya jelas: menjaring bibit unggul, mematangkan mereka, dan pada akhirnya, melihat atlet binaan Kutim sendiri berdiri di podium Porprov 2026. Renang Antar Pelajar bukan hanya tentang kecepatan sprint, tapi tentang seberapa cepat Kutim mampu meregenerasi atletnya.
Penulis : Daus
