Sangatta – Wardi kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2026–2029 setelah meraih 15 suara dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) III PWI Kutim di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (10/10/2026).
Dalam pemungutan suara tersebut, Wardi yang merupakan petahana unggul atas kandidat lainnya, Junaidi Arifin, yang memperoleh tujuh suara. Pemilihan diikuti dengan total 22 suara sah sesuai daftar pemilih tetap (DPT).
Kemenangan tersebut memastikan Wardi kembali memimpin organisasi profesi wartawan di Kutim untuk tiga tahun ke depan. Usai terpilih, ia menyampaikan terima kasih kepada anggota yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya.
“Terima kasih kepada semua teman-teman yang telah mempercayakan kepada saya untuk kembali memimpin PWI Kutai Timur. Mudah-mudahan PWI ke depannya akan lebih baik lagi. Saya memohon dukungannya untuk kemajuan organisasi yang kita cintai ini,” ujar Wardi.
Ia berharap dukungan seluruh anggota tetap terjaga agar program organisasi dapat berjalan dengan baik dan PWI Kutim semakin berkembang sebagai wadah profesional bagi insan pers di daerah.
Konferkab III PWI Kutim kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Kalimantan Timur, Wiwid Marhaendra Wijaya. Dalam kesempatan tersebut, Wiwid mengapresiasi pelaksanaan konferensi yang berlangsung lancar dan berpesan agar kepengurusan baru memperkuat pelayanan kepada anggota.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah administrasi keanggotaan, terutama masa berlaku dan peningkatan status Kartu Tanda Anggota (KTA). Ia meminta pengurus berperan aktif mengingatkan anggota agar tidak terlambat memperbarui kartu keanggotaan.
“Meski ini tanggung jawab anggota masing-masing, pengurus harus bisa melihat dan mengingatkan sebagai bentuk pelayanan. Jangan sampai anggota kesulitan naik status karena masa berlaku KTA-nya sudah lewat dari satu tahun,” tegas Wiwid.
Selain administrasi, Wiwid mendorong PWI Kutim segera melakukan pendataan dan validasi anggota yang belum mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) maupun yang berencana meningkatkan jenjang kompetensinya.
Menurutnya, data tersebut diperlukan sebagai dasar bagi PWI Kaltim dalam menyusun program UKW agar pelaksanaannya sesuai kebutuhan anggota dan kuota peserta dapat terpenuhi.
Ia juga berharap setiap bidang atau seksi di kepengurusan PWI Kutim lebih aktif menjalankan program kerja. Bidang pendidikan, misalnya, dapat menjajaki kerja sama dengan dinas terkait untuk memperluas kesempatan peningkatan kapasitas wartawan.
Program yang telah berjalan baik, termasuk kegiatan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), juga diharapkan terus diaktifkan dan dikembangkan.
Dengan terpilihnya kembali Wardi, kepengurusan PWI Kutim periode 2026–2029 diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, serta mengembangkan program yang mendukung profesionalisme dan kualitas jurnalistik di Kutai Timur. (B/DS)
